
NASIHAT UNTUK PERINDU KHILAFAH TAPI TIDAK MEMENTINGKAN TAUHID
Khilafah bukanlah tujuan dakwah, tapi khilafah adalah buah dan hasil dari tercapainya tujuan dakwah, yaitu menegakkan iman dan amal shalih. Inilah janji Allah ‘azza wa jalla untuk kaum muslimin yang beriman dan beramal shalih.
Allah ta’ala berfirman,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nur: 55]
Dan tauhid adalah pondasi iman dan amal shalih, oleh karena itu para nabi dan rasul ‘alaihimussalaam serta para sahabat radhiyallaahu’anhum selalu memprioritaskan dakwah tauhid, maka Allah ‘azza wa jalla menganugerahkan kepada mereka khilafah yang menegakkan syari’at.
Dan syari’at yang paling tinggi adalah tauhid dan akidah, maka sungguh sangat aneh jika ada satu kelompok yang merindukan khilafah untuk menegakkan syari’at tapi tidak memahami tauhid dan akidah yang benar, tidak pula memperjuangkannya dalam dakwah dan gerakan mereka kecuali sedikit, bahkan cenderung menganggap remeh kerusakan-kerusakan tauhid dan akidah di masyarakat.
Dan yang dimaksud dengan amal shalih adalah amalan yang sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallaahu’alaihi wa sallam, dan tidak mungkin seorang hamba dapat merealisasikan iman dan amal shalih kecuali dengan empat perkara:
1. Menuntut ilmu agama berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman generasi Salaf.
2. Mengamalkan ilmu tersebut.
3. Mendakwahkannya kepada orang lain.
4. Bersabar dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan.
Simak Kajiannya: https://youtu.be/0MRYkBS9Czo
Rujukan: Kitab Al-Irsyad Ilaa Shahihil I’tiqod war Roddu ‘ala Ahlisy Syirki wal Ilhad
Penulis: Asy-Syaikh Al-‘Allamah Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Pemateri: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Semoga bermanfaat, mohon ta’awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah ini, semoga menjadi bekal di perjalanan panjang setelah kematian. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
Nasihat Untuk Perindu Khilafah Tapi Tidak Mementingkan Tauhid – Ust. Sofyan Ruray, Lc hafizhahullah

