Ibnu Mas’ud -radhiyallahu ‘anhu- berkata,
إنَّ اللَّهَ يُعْطِي الدُّنْيا مَن يُحِبُّ ومَن لا يُحِبُّ ، ولا يُعْطِي الإيمانَ إلّا مَن يُحِبُّ ، فَإذا أحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا أعْطاهُ الإيمانَ
“Sejatinya Allah memberikan dunia kepada orang yang Allah cintai dan yang tidak Allah cintai, sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cintai. Maka jika Allah telah mencintai seseorang, Allah pasti memberinya iman”.
(Mushannaf libni Abi Syaibah 7/105)
Ikhwatal Iman Ahabbakumullah, saudara-saudaraku sekalian yang mencintai sunnah dan dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla..
Miris sekali rasanya ketika melihat orang yang bergelimang harta, tetapi tidak taat kepada Rabb-Nya, apalagi jika ia tahu bahwa harta yang ada di tangannya bukan berasal dari keringat atau jerih payahnya saja, melainkan pertolongan dan pemberian dari Allah ta’ala.
Parahnya lagi ada orang yang nyatanya bergelimang dosa, tetapi Allah kabulkan doa-doanya, maka ia pun santai karena merasa dicinta oleh Rabb-Nya. Sungguh kawan, berhati-hatilah dengan istidraj.
Itulah pemberian yang tampak seperti kenikmatan, padahal sebenarnya adalah sebuah ‘hukuman’, yakni hukuman yang diberikan sedikit demi sedikit seperti sengaja dibiarkan dan tidak segera diazab.
Hukuman itu yang bisa membuat pelakunya terlena hingga makin tersesat dan kelak mendapat siksa yang amat sangat pedih.
Allah ta‘ala berfirman,
سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لاَ يَعْلَمُونَ
“Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui”.
(QS. Al-Qalam ayat 44)
Diriwayatkan dari Ubah bin Amir -radhiyallahu ‘anhu-, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah”.
Kemudian, beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membaca firman Allah,
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”.
(QS. Al-An’am ayat 44)
(HR. Ahmad No. 17.349, ath-Thabrani dalam al-Kabir No. 913, dan dishahihkan al-Albani dalam ash-Shahihah No. 414)
Semoga Allah beri kepekaan hati pada kita semua dan kemudahan untuk selalu melakukan ketaatan. Wallahu A’lam.
Akhukum fillah,
Rosyid Abu Rosyidah
Bimbinganislam.com ا Follow TG, YT, IG, FB, TWITTER: Bimbingan Islam
