MUHASABAH
Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata:
“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah jadikan ia tak melihat amal-amal kebaikannya, tidak mengabarkan dengan lisannya, sibuk dengan dosa-dosanya, dan senantiasa dosa itu terlihat ada di pelupuk matanya sampai ia masuk surga.” (Thariq al-Hijratain hal. 277).
Ust. Fadlan Fahamsyah, Lc., M.H.I.