tunduk merendahkan diri. Maka ini tidak ada alasan bagi kita untuk tidak optimis akan keterkabulan doa, tidak ada alasan bagi kita.
Disebutkan dalam hadits, dalam riwayat Imam Abu Daud:
_*إِنَّ اللَّهَ حَيِّيٌ كَرِيْمٌ*_
“Sejatinya Allah itu hidup, pemalu dan juga pemurah.”
Allah ini dzat yang maha hidup, dzat yang maha pemalu lagi dzat yang maha pemurah.
_*يَسْتَحْيِ إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفَرًا خَائِبَتَيْنِ*_
“Allah ini sungguh malu tatkala kemudian mendapati hamba menengadahkan tangannya ke atas, lalu kemudian ia mengembalikan dalam keadaan hampa (tidak terkabul doanya).”
Allah malu, maka mari kemudian kita maksimalkan dengan semaksimal-maksimalnya bulan Ramadhan ini untuk kemudian banyak berdoa dan meningkatkan kualitas doa kita. Ketika kita mungkin masih lalai pada sebagian waktu-waktu istijabah, waktu-waktu yang mustajab, maka kemudian kita tidak lalai. Ketika kita sudah memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab tadi, lalu kemudian kita iringi dengan adab berdoa.
Tadi telah kita sampaikan yakni memuji Allah, bershalawat kepada Nabi, merendahkan diri sendiri, bergantung kepada Allah. Ini semua adalah adab. Lalu kemudian ditambah lagi dengan apa? Ditambah lagi dengan kekhusyukan doa, maka insya Allah ini semua akan menjadi sebab terkabulnya doa kita.
Semoga Allah ampuni dosa-dosa kita dan Allah pun kabulkan apa yang kita panjatkan di bulan yang mulia ini.
*والله أعلم بالصواب*
*السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ*
══════ ∴ |MiG| ∴ ══════
GENERASI PECINTA ISLAM
