Imam Abu Muhammad Ibnu Bizzizah at-Tunisi [4] rahimahullah mengatakan,
“Umat Nabi Muhammad telah sepakat tentang keharaman homoseksual. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُموَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٍ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” (al-A’raf: 80)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan fahisyah dan suatu jalan yang buruk.” (al-Isra: 32)
Hal ini menunjukkan bahwa homoseksual lebih keji dari perbuatan zina, sebab:
¶ mereka (kaum Sodom) melakukan suatu perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum mereka.
¶ homoseksual adalah perbuatan mendatangi sesama jenis (untuk melampiaskan syahwat) yang tidak mungkin bisa dihalalkan. Berbeda halnya dengan zina, karena wanita dapat dihalalkan dengan cara pernikahan.” (Lihat Raudhatul Mustabin, hlm. 1286)
[4] Seorang ulama bermazhab Maliki, wafat pada 663 H.
Selengkapnya: https://asysyariah.com/homoseksual-menurut-ulama-empat-mazhab
WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy