Apakah Perasaan Takut Mati Itu Wajar?

Apakah Perasaan Takut Mati Itu Wajar?

2 weeks yang lalu
Apakah Perasaan Takut Mati Itu Wajar?

Apakah Perasaan Takut Mati Itu Wajar?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Apakah Perasaan Takut Mati Itu Wajar?, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz Semoga Allah senantiasa memberikan kebahagian dan kesehatan kepada Ustadz. bertanya, apakah perasaan takut mati itu wajar?

Beberapa tahun terakhir, muncul merasakan perasaan itu. Sehingga saat melakukan aktivitas pun, seringkali teringat kematian.

Karena beberapa kisah tentang kematian yang saya dengar, beberapa orang sebelum meninggal, mereka berbicara dan melakukan hal-hal yang tidak biasanya/sewajarnya.

Apakah itu termasuk firasat orang sebelum meninggal?rnrnSemoga Allah memberikan kemudahan kepada ustadz untuk menjawabnya.

جزاك اللهُ خيراً

(Ditanyakan oleh Sahabat AISHAH (Akademi Shalihah))


Jawaban:




Random Ad Display

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Ya, mengingat kematian dan menjadi takut karena bekal ilmu dan amal saleh masih sedikit adalah tanda keimanan.
Sehingga takut akan kematian adalah hal yang wajar bagi seorang muslim. Tapi ingatlah kematian itu termasuk hal yang ghaib, dan tidak ada manusia yang tahu.
Perbanyak bekal amal saleh, dan bertawakal kepada Allah Ta’ala. Setiap insan dianjurkan untuk mengingat mati dan mempersiapkan diri menghadap kematian …
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”
(HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani).
Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِصلى الله عليه وسلمفَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّصلى الله عليه وسلمثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya,
“Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya.
Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.”
(HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

 

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Al-Qur'an Application

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading