27 Comments

  1. Bismillahirrahmanirrahim 🙏 mudah2an dimampukan hadir waktu kajian menuntut ilmu yg njenengan gelar ustadz 🙏 menyejukkan hati,bersemangat, mengingatkan untuk senantiasa bersyukur 🥺😊🙏 Alhamdulillah ala Kullihal 🙏

  2. Assalamualaikum ustadz… Ilmu yg ustadz smpikan ini sangat brmanfaat sekali . Kajian spt ini bagusnya di dengar oleh para suami, trmasuk mantan suami ana. Slma hidup brmh tangga dia tdk prnh mndengar kajian" spt ini. Syukron ustadz Syafiq ilmu nya.

  3. berlinang air mata bisa kontak mata sama beliau, dalam sekali ilmu yg didapatkan.., Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu memberikan kesehatan prima kepada beliau yg tidak lelah2nya banyak menghadiri berapa tempat… Aamiin.
    .
    Tholabul 'ilm:
    Resume Kajian Akbar Ustadz Syafiq Riza Basalamah Boncenglah keluargamu ke surga Masjid Ponpes Jamilurrahman, Sabtu, 17 Agustus 2024

    بسم الله
    الحمدلله والصلاةوالسلام على رسو لله وعلى آله وصاحبه اجمعين امابعد

    Penghuni surga tidak tidur, kerja terus menyenangkan hati mereka, mereka sibuk dengan kenikmatan, dan tidur itu adalah saudara kematian, mereka tidak merasakan kenikmatan.

    Ashabul Kahfi tidur selama 309 tahun, dan ketika bangun mereka berkata berapa lama kita tidur.

    Sifat penghuni surga
    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

    كَا نُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ

    "mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;"
    (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 17)

    Hanya orang gagal yang banyak tidur

    الَّلهُمَّ اشْفِ فُلاَنًا

    Ya Allâh ! Berikah kesembuhan kepada …… (sebut namanya)

    Ada orang yang dikembalikan arwahnya diberikan kesehatan.

    Tradisi orang yang Arif adalah ibadah, makannya, tidurnya dan hidupnya hanya untuk ibadah

    Tidak ada Fadhilah ilmu kalau tidak diamalkan.

    Kelak di akhirat ketika akan ditanya tentang ilmunya

    Nabi bersabda
    Ilmunya buat apa?

    Maka dari itu ketika mengetahui bahwa hari Jum'at disunnahkan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alayhi Wasallam, maka sepatutnya kita amalkan ilmu tersebut.

    Apakah benar kita akanembonceng istri kita ke surga bersama istri kita, atau istri kita yang akanenjegal kita menuju surga.

    Surga itu mahal

    Ketika membeli tanah di dunia saja sangat mahal, dan kita tahu luasnya rumah disurga adalah seluas langit dan bumi. Apakah kita mau bersantai untuk mau masuk surga?

    Rasulullah saja sampai bengkak kaki beliau dalam beribadah
    Para sahabat meninggalkan harta, bapak, ibunya di Makkah dengan berhijrah ke Madinah.

    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

    اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَا لضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
    am hasibtum ang tadkhulul-jannata wa lammaa ya-tikum masalullaziina kholau ming qoblikum, massat-humul-ba-saaa-u wadh-dhorrooo-u wa zulziluu hattaa yaquular-rosuulu wallaziina aamanuu ma'ahuu mataa nashrulloh, alaaa inna nashrollohi qoriib

    "Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."
    (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 214)

    Allah saja mengatakan hal itu kepada para sahabat yang mendapat keutamaan daripada kita.

    Sampai sampai para sahabat saja mengatakan kapan pertolongan Allah datang

    Bagaimana kita akan membawa keluarga kita kesurga kalau dari awal niat kita menikah saja sudah salah.

    Kalau niat membawa kesurga, maka jangan salah pilih pasangan hidup. Jika salah pilih pasangan hidup, maka perbarui lagi niat kita menikah.

    Fitnah dunia itu tidak akan pernah selesai.

    Dalam perjalanan hidup Nabi di tahun ke 9, Nabi merasakan perubahan dari keluarga beliau, dan Nabi bersumpah tidak menyentuh semua istrinya. Demi untuk membonceng keluarganya kesurga.

    Setelah satu bulan berita negatif tersebar dikota Madinah, bahwa Nabi Menceraikan istri-istrinya. Dan Umar berusaha menjumpai Nabi hingga diberi ijin.

    Umar berkata
    Apakah engkau menceraikan istri-istrimu wahai Rasulullah
    Rasulullah berkata tidak wahai Umar.

    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

    يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَا جِكَ اِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا فَتَعَا لَيْنَ اُمَتِّعْكُنَّ وَاُ سَرِّحْكُنَّ سَرَا حًا جَمِيْلًا

    "Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.""

    وَاِ نْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَا لدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ فَاِ نَّ اللّٰهَ اَعَدَّ لِلْمُحْسِنٰتِ مِنْكُنَّ اَجْرًا عَظِيْمًا

    "Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu."
    (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 28 – 29)

    Dalam ayat yang lain
    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

    يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَا جِكُمْ وَاَ وْلَا دِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَا حْذَرُوْهُمْ ۚ وَاِ نْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
    (QS. At-Taghabun 64: Ayat 14)

    Cara menyelamatkan keluarga ke surga Allah
    1. Dengan memberikan ilmu
    Usahakan duduk sama istrinya untuk berbagi ilmu

    Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun dimalam hari ketika semuanya tertidur, dia shalat sendiri, berdoa memohon kepada Allah, dan selesai shalat dia bangunkan istrinya, hingga istrinya tidak tahu berapa rakaat suaminya melaksanakan shalat malam.

    Tipe manusia yang masuk surga ada dua
    1. Yang bersabar
    2. Yang bersyukur

    Allah mengirimkan bala berupa kesulitan dan kesenangan agar manusia untuk bersabar dan bersyukur

    Kita menjaga nikmat yang diberikan Allah adalah dengan bersyukur

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

    وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

    “Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

    Maka dari itu perbanyaklah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadamu, dan perbanyaklah sedekah wahai para wanita

    والله تعالی اعلم

    بارك الله فيكم

    Mari Kita tutup majelis ini dengan doa Kafaratul Majlis :

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Artinya : “Maha Suci Engkau yaa Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku. memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

    Dicatat dengan penuh keterbatasan
    *_Resume kajian By A.N
    .
    Syukron Ustadzi untuk ilmunya.
    Jazakumullah khair

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Al-Qur'an Application

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading