𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗼𝗯𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮
𝗨𝘀𝘁𝗮𝗱𝘇 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯
╚══꧁✿✿°°°°✿✿꧂ ══╝
𝗡𝗢 : 1⃣9⃣0⃣6⃣
𝗗𝗶𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝘂𝗺 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗚𝗿𝘂𝗽 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 | 𝗚𝗶𝗦
https://grupislamsunnah.com
𝗞𝘂𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗶𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝗶𝗸 : https://t.me/GiS_soaljawab
═══════゚・:✿:・゚═══════
𝗛𝗨𝗞𝗨𝗠 𝗗𝗢𝗡𝗔𝗦𝗜 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗞𝗘𝗚𝗜𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗕𝗜𝗗’𝗔𝗛, 𝗞𝗘𝗥𝗨𝗚𝗜𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗥𝗕𝗨𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗘𝗠𝗢𝗦𝗜 𝗗𝗔𝗡𝗞𝗔𝗜𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗨𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗥𝗧𝗔𝗦 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗔𝗗𝗔 𝗔𝗬𝗔𝗧 𝗔𝗟-𝗤𝗨𝗥’𝗔𝗡𝗡𝗬𝗔
Nama: –
Angkatan: –
Grup : 012
Nama Admin : Niken
Nama Musyrifah : –
Domisili : Bekasi
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Izin bertanya Ustadz.
1. Apakah hukumnya ikut berdonasi untuk kegiatan bid’ah ?
2. Apakah rambut wanita yang telah rontok termasuk aurat ?
3. Amalan apa yang harus dilakukan untuk meredam emosi ? Beristighfar qadarullahu belum membantu.
4. Bagaimana kaidah membuang undangan/kertas yang ada potongan ayat Qur’annya ?
Mohon penjelasannya Ustadz.
جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.
𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد.
1⃣ Berdonasi untuk kegiatan bid’ah berdosa, karena termasuk tolong menolong dalam perbuatan dosa.
Karena tujuan infaq dan sedekah adalah mengharap pahala dan ridho Allah Ta’ala. Sedangkan Allah tidak menerima amalan bid’ah dan tidak memberinya pahala.
Hal ini berdasarkan hadits shohih yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
[ من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد ]
Artinya: “Barangsiapa yang melakukan amalan yang bukan termasuk urusan agama kami, maka amalan tersebut ditolak (Allah).”
(HR. Muslim).
2⃣ Tidak ada dalil yang jelas mengenai hal ini.
Syaikh Bin Baz rahimahullah ditanya tentang memperlakukan rambut rontok dan kuku yang terpotong.
Beliau mengatakan:
ليس لهذا أصل، ولا حرج أن تلقى هذه الأشياء في القمامة، سواء كانت من الشعر أو من الأظفار كل ذلك لا حرج فيه، مع القمامة أو في أرض تدفن فكل ذلك لا بأس به
“Anjuran ini (mengubur rambut dan kuku) adalah perkara yang tidak ada asalnya. Tidak mengapa membuang rambut dan kuku wanita di tempat sampah, ini semua tidak mengapa. Baik tempat sampah yang ada di atas tanah atau yang dikubur dengan tanah, ini semua tidak mengapa.”
3⃣ Agar tidak emosi ingatlah kerugian dari perbuatan emosi.
*a*. Tidak mendapat keutamaan ,karena orang yang menahan emosi dijanjikan surga.
Banyak motivasi yang diberikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar manusia tidak mudah terpancing emosi. Diantaranya, Beliau menjanjikan sabdanya yang sangat ringkas,
[ لا تغضب ولك الجنة ]
“Jangan marah, bagimu surga.”
(HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
*b*. Menjadi pintu masuk syaithon, sehingga dia akan terkena godaan syaithon untuk berbuat keburukan.
• Kemudian secara fisik maka gantilah posisi anda saat marah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan,
[ إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ ]
“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.”
(HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).
• Dan juga berwudhu atau mandi
Terdapat hadis dari Urwah radhiyallahu ‘anhu, yang mengatakan,
[ إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ ]
“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.”
(HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
