𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗼𝗯𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮
𝗨𝘀𝘁𝗮𝗱𝘇 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯
╚══꧁✿✿°°°°✿✿꧂ ══╝
𝗡𝗢 : 1⃣9⃣0⃣4⃣
𝗗𝗶𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝘂𝗺 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗚𝗿𝘂𝗽 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 | 𝗚𝗶𝗦
https://grupislamsunnah.com
𝗞𝘂𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗶𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝗶𝗸 : https://t.me/GiS_soaljawab
═══════゚・:✿:・゚═══════
𝗛𝗔𝗠𝗜𝗟 𝗗𝗜𝗟𝗨𝗔𝗥 𝗡𝗜𝗞𝗔𝗛
Nama: Dewi
Angkatan: T03
Grup : 22
Nama Admin : Ita Intari
Nama Musyrifah : Sari Puspita
Domisili : Bogor
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Mohon berkenan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan saya.
Ibu dan ayah saya dulu menikah di bulan April, lalu melahirkan anak pertama (kakak saya) di bulan September tahun yang sama. Ini terbukti lewat buku nikah ibu dan ayah saya.
Kami tiga bersaudara perempuan semua. Masalah lahirnya kakak pertama saya yang terlalu cepat ini sampai sekarang mengganggu pikiran saya. Karena tidak pernah ada bahasan sekalipun bahwa kakak pertama saya dulu lahir prematur. Karena jika kakak saya lahir prematur, ibu saya pasti akan cerita kepada kami.
Hingga suatu hari saya nekat bertanya kepada ibu saya. Saya tanya baik-baik tentang kakak pertama saya yang lahir bulan September sedangkan ayah dan ibu menikah di bulan April. Ibu saya langsung marah sekali, ibu saya mengatakan saya menyakiti hatinya dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada saya.
Ibu saya ini memang mempunyai watak yang sangat keras, sehingga kami anak-anaknya lebih memilih untuk tidak membahas hal-hal sensitif kepada beliau. Karena ibu saya seringkali berkata kasar sampai menyumpahi anaknya, jika sedang marah.
Sedangkan ayah saya sudah meninggal dari tahun 2011. Bahkan karena marahnya ibu saya setelah pertanyaan tersebut, kami berdua baru bisa berkomunikasi lagi dengan baik setelah kurang lebih dua minggu.
Dari jawaban ibu saya itu, saya tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya, hanya amarah dan kata-kata kasar saja yang keluar. Saya sempat berharap semoga ibu dan bapak saya dulu menikah secara agama terlebih dahulu baru diresmikan secara negara belakangan. Tapi ibu saya tidak berkata demikian. Beliau malah jadi menyalahkan suami saya karena menurutnya saya dipengaruhi oleh suami saya dengan bertanya seperti ini, padahal suami saya tidak tahu menahu.
Sejak saat itu, saya tidak berani lagi membahas masalah tersebut. Itu membuat saya kepikiran sampai sekarang.
Jika kasusnya seperti itu, yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Seandainya memang ibu saya menikah dengan ayah saya saat beliau hamil, apakah pernikahan ibu dan ayah saya dulu sah ?
2. Apakah kakak pertama saya, kakak kedua, dan saya sebagai anak terakhir dinasabkan kepada ayah saya?
3. Saya dan kakak kedua saya sudah menikah. Wali nikah kami dulu adalah adik laki-laki ayah saya. Apakah pernikahan kami berdua sah ?
Lalu anak-anak kami apakah juga bisa dinasabkan ke ayahnya ? Karena saya sangat khawatir, apakah pernikahan kami ini sah atau tidak.
Seandainya tidak sah, saya sangat bingung harus bagaimana menjelaskan ke suami saya. Karena ini aib keluarga saya, terlebih kami juga sudah memiliki anak.
4. Jika kakak pertama saya nanti menikah, apakah boleh diwalikan oleh adik laki-laki ayah saya (om) ?
Karena saya dan kakak kedua juga diwalikan oleh om ketika kami menikah dulu.
Mohon jawabannya Ustadz.
جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
1⃣Pernikahan yang telah terjadi karena kehamilan sah terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang berpendapat sah dan tidak sah. Yang mengemukakan pendapat tidak sah adalah imam Ahmad. Beliau berpendapat bahwasanya sang wanita yang berzina dan nikah harus terdapat dalamnya
1. Bertaubat
2. Kosongnya rahim dari janin
Apabila janin sudah ada dan terjadi pernikahan maka nikahnya tidak sah. Dia harus mengulang pernikahan setelah kelahiran anaknya.
