*Kiat Utk Menumbuhkan Rasa Takut Kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala* (01). Senan…

*Kiat Utk Menumbuhkan Rasa Takut Kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala*

(01). Senantiasa menuntut ilmu agama

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya “Hanyalah” Para Ulama (orang2 yang berilmu)” (QS. Fathir [35]: 28)

Semakin seseorang itu berilmu tentang Allah Ta`ala, maka akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Rasa takut membuatnya meninggalkan maksiat.

Umar bin Khatthab رضي الله عنه berkata :
“Sesungguhnya seseorang “keluar” dari rumahnya dalam keadaan dia ‘memiliki’ dosa sebesar Gunung Tihamah. Lantas saat dia ‘mendengar’ ilmu (mempelajari ilmu dgn ‘Menghadiri’ Majelis Ilmu), lalu dia menjadi takut, kembali kepada Allah serta Bertaubat, niscaya dia pun pulang ke rumahnya dalam keadaan “tidak ada” dosa. Maka janganlah kalian tinggalkan majelis-majelis ulama” (Miftaahu Daaris Sa’aadah I/77 oleh Imam Ibnul Qayyim)

(02). Menyakini bahwa ‘dosa & maksiat’ ancamannya sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat

Sa’id bin Jubair  رحمه الله berkata :
“Sesungguhnya Takut yang ‘Sebenarnya’ itu adalah engkau ‘TAKUT’ kepada Allah, hingga Menghalangi Dirimu dari berbuat maksiat” (lihat Sittu Durar min Ushul Ahli al-Atsar hal 31)

(03). Adanya kesadaran bahwasanya tdk diketahui apakah Allah menerima taubat atau tidak, & mungkin saja suatu dosa & maksiat bisa menghalangi pintu taubat

(04). Kesadaran bahwa “tidak diketahui” apakah Allah menerima amal atau tidak

(05). Menumbuhkan “sifat” muraqabah (merasa diawasi Allah), sehingga takut kepada Allah akan senantiasa hadir

(06). Menyakini “semua” perkataannya & perbuatannya di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah

(07). “Bergaul” dengan orang-orang yang telah dikenal rasa takutnya kepada Allah

(08). Mencari guru yang nasehat2nya senantiasa membekas dan seringkali memberikan sentuhan-sentuhan rasa takut kepada Allah dan mengingatkan hati akan kehidupan negeri akhirat

(09). Seringkali membaca kisah-kisah dari para penghuni ‘Kubur dan Neraka’

(10). ‘Sering membaca’ kisah-kisah akhir kehidupan dari pelaku dosa dan maksiat

(11). Selalu menumbuhkan “rasa takut” kepada Allah akan datangnya kematian secara tiba-tiba sebelum sempat untuk Bertaubat, dan sering kali Ziarah Kubur, untuk mengingat kematian dan akhirat, serta melembutkan hati yang keras

(12). Sering mendatangi majelis-majelis ta’lim yang membahas “penyucian hati / Tazkiyatun nufus” yg dapat menggugah, menyentuh dan menggetarkan jiwa

(13). Selalu menanamkan rasa cintanya kepada Allah, sehingga dia akan mudah menjauhi maksiat karena cintanya itu

(14). Mempelajari kisah orang-orang yg Mampu menjaga dirinya dari Hal2 yang haram karena rasa takut kepada Allah

“Dan adapun orang2 yang takut kepada kebesaran Tuhannya, dan menahan diri dari Keinginan “Hawa Nafsunya”, maka sungguh Surga tempat tinggal(nya)” (QS. An-Naazi’aat [79]: 40-41)

إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yg karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati” (QS. Al-Mu’minun [23]: 57)

(15). Memperbanyak doa2 perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan, dan membaca istighfar, dzikir, dan bertaubat kepada Allah Ta’ala

Ustadz Najmi Umar Bakkar

Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis

Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya
┅┅══❃ ✿❃══┅┅ ✿❃══┅┅


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Al-Qur'an Application

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading