Sejarah Amalan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Yasinan dan Shalawatan: Sunnah atau Bid’ah? #Bagian 01

Sejarah Amalan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Yasinan dan Shalawatan: Sunnah atau Bid’ah? #Bagian 01

2 hours yang lalu
Sejarah Amalan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Yasinan dan Shalawatan: Sunnah atau Bid’ah? #Bagian 01

Sejarah Amalan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Yasinan dan Shalawatan: Sunnah atau Bid’ah? #Bagian 01

Pendahuluan

Di tengah masyarakat muslim, kita sering menemukan berbagai perayaan dan tradisi keagamaan seperti Maulid Nabi ﷺ, Isra’ Mi’raj, serta Yasinan berjamaah. Pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur adalah: Apakah semua itu termasuk ajaran Rasulullah ﷺ, atau justru bagian dari bid’ah yang tidak pernah dicontohkan?

Islam adalah agama yang sempurna dan telah diturunkan secara paripurna. Allah ﷻ berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama kalian.” (QS. Al-Māidah: 3)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam sudah sempurna. Maka, menambah ritual baru dalam agama berarti secara tidak langsung menuduh agama ini belum lengkap.

Namun faktanya, di tengah kaum Muslimin banyak muncul amalan populer yang tidak dikenal pada masa Rasulullah ﷺ maupun para sahabat. Mari kita telaah secara ilmiah sejarah dan hukum amalan-amalan tersebut.

1. Peringatan Maulid Nabi ﷺ

Sejarah Munculnya

  • Rasulullah ﷺ tidak pernah merayakan hari lahir manusia beliau.
  • Para sahabat yang paling mencintai Nabi ﷺ pun tidak pernah mengadakan perayaan Maulid.
  • Tradisi Maulid baru muncul sekitar abad ke-4 Hijriyah. Menurut Ibnu Katsir, Maulid pertama kali diadakan oleh Bani ‘Ubaid al-Qaddah Dinasti Fathimiyyah (Syi’ah) di Mesir sebagai sarana politik dan propaganda. Kemudian disebarkan secara luas di berbagai wilayah. dikenal sebagai kelompok Syiah Bathiniyyah,
  • Kemudian, Maulid disebarkan oleh penguasa dan sebagian kelompok sufi sebagai tradisi tahunan.

Dalil dan Penjelasan Ulama

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan agama kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ibnu Taimiyyah menjelaskan:

“Mengadakan perayaan Maulid tidak pernah diperintahkan, tidak dilakukan oleh salafus shalih, dan tidak termasuk ibadah yang disyariatkan.” (Iqtidhā’ al-Shirāt al-Mustaqīm, 2/619)

Imam Asy-Syathibi dalam al-I’tisham menegaskan:

“Bid’ah adalah jalan baru dalam agama yang menyerupai syariat, tetapi bukan bagian dari syariat, yang dimaksudkan untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah.”

Kesimpulan

Peringatan Maulid Nabi ﷺ adalah bid’ah, bukan sunnah, karena:

  1. Tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
  2. Tidak diamalkan para sahabat (salafus shalih).
  3. Munculnya baru berabad-abad setelah wafat Nabi ﷺ, dengan latar belakang politik dan tradisi kelompok syiah.

Semoga bermanfaat, dan menjadi tambahan wawasan kita terkait ibadah yang hendak kita lakukan, Semoga Alloh senantiasa memberikan kita rahmat dan taufiknya, baarokallohufikum.

Bersambung ke bagian 2 

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link