Makna Perumpamaan Keledai Pembawa Kitab Dalam Al-Quran

Makna Perumpamaan Keledai Pembawa Kitab Dalam Al-Quran

49 mins yang lalu
Makna Perumpamaan Keledai Pembawa Kitab Dalam Al-Quran

Makna Perumpamaan Keledai Pembawa Kitab Dalam Al-Quran

(QS. Al-Jumu‘ah Ayat 5)

Bismillah…

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا ۚ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Perumpamaan orang-orang yang dibebani Taurat, kemudian mereka tidak menunaikannya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab tebal. Sangat buruklah perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS. Al-Jumu‘ah: 5)

Penjelasan Tafsir:

Allah Ta‘ala berfirman untuk memberikan gambaran tentang keadaan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah diberi kitab Taurat, namun mereka tidak mengamalkan isi kandungannya. Maka perumpamaan orang yang diberi Taurat lalu tidak memikulnya, artinya: mereka tidak mengamalkan apa yang ada di dalamnya. Bahkan mereka mendustakan Nabi Muhammad ﷺ, padahal di dalam Taurat mereka telah diperintahkan untuk beriman kepadanya, mengikutinya, dan membenarkannya.

كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا

“Seperti keledai yang membawa kitab-kitab (asfār).”

Maksudnya: seperti seekor keledai yang memikul di punggungnya buku-buku ilmu. Ia tidak mendapatkan manfaat sedikit pun dari buku-buku itu, dan tidak memahami apa yang terkandung di dalamnya.

Demikian pula halnya dengan orang-orang yang diberi Taurat; di dalamnya terdapat keterangan yang jelas tentang perintah beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ. Namun karena mereka tidak mengambil manfaat dari petunjuk itu, maka keadaan mereka seperti keledai yang hanya memikul kitab tanpa memahami maknanya.

Pendapat Para Ahli Tafsir:

  1. Mujahid -rahimahullah- berkata tentang firman Allah يَحْمِل أَسْفَارًا; membawa kitab-kitab tebal:

يحمل كتبًا لا يدري ما فيها، ولا يعقلها

 “Yaitu membawa kitab, tetapi tidak tahu apa isinya dan tidak memahaminya.”

  1. Qatadah -rahimahullah- berkata:

يحمل كتابًا لا يدري ماذا عليه، ولا ماذا فيه.

“Perumpamaannya seperti orang yang membawa kitab, tapi tidak tahu apa yang tertulis padanya, dan tidak tahu apa kewajibannya.”

  1. Dalam riwayat lain dari Qatadah -rahimahullah- melalui Ma‘mar,

كمثل الحمار الذي يحمل كتبًا، لا يدري ما على ظهره.

“Seperti keledai yang membawa buku-buku, namun ia tidak tahu apa yang ada di atas punggungnya.”

  1. Adh-Dhahhak -rahimahullah- berkata:

كتبًا، والكتاب باالنبطية يسمى سفرًا؛ ضرب الله هذا مثلا للذين أعطوا التوراة ثم كفروا.

 “Yang dimaksud dengan asfār adalah kitab-kitab, dan dalam bahasa Nabath disebut ‘sifr’. Allah menjadikan perumpamaan ini bagi orang-orang yang telah diberi Taurat, namun kemudian kufur terhadapnya.”

Makna yang Terkandung

Ayat ini menegur keras orang-orang yang memiliki ilmu, tetapi tidak mengamalkannya. Ilmu yang tidak diamalkan tidak akan memberi manfaat apapun kepada pemiliknya, sebagaimana keledai yang memikul kitab-kitab tanpa tahu isi dan maknanya.

Dengan kata lain, kehormatan ilmu terletak pada pengamalan, bukan sekadar pada pengetahuan. Dan orang yang menolak kebenaran padahal mengetahuinya, diserupakan dengan makhluk yang tidak berakal, karena ia tidak menggunakan ilmunya untuk mendapatkan petunjuk.

Wallahul muwaffiq.

Referensi: Al-Tabari, M. (n.d.). Tafsir Surat 62, Ayat 5. In Al-Qur’an – Tafsir al-Tabari. Retrieved October 26, 2025, from

Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd.

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link