Halaqah 03 : Rukun Islām
Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA Hafidzahullah
Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
*RUKUN ISLĀM*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد
Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.
In syā Allāh kita melanjutkan pembahasan dari
Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.
Dan kita masuk pada pembahasan:
︎ RUKUN-RUKUN ISLĀM (اركان الإسلام)
Arkānul Islām (اركان الإسلام) maknanya adalah pondasi, yang di atas pondasi inilah dibangun seluruh ajaran Islām. Dan berdasarkan hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhāri.
Rukun Islām itu adalah lima.
بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ {على أن يوحدالله} وفي رواية : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْتِ
“Islām dibangun di atas lima pondasi pertama adalah mentauhīdkan Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Dalam riwayat yang lainnya شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ dan شَهَادَةِ أَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ , kemudian shalat, kemudian zakat, kemudian puasa Ramadhān, kemudian haji.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
⑴ Rukun Pertama Syahadat
Adapun tentang syahadat,
لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Syahadat ini mengajarkan kepada kita keyakinan yang bulat yang diungkapkan dengan lisan, sehingga kita mengucapkan,
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُ الله
Seakan-akan dia menyaksikan dua syahadat itu, dia bulat menjadi saksi atas kandungan dua kalimat syahadat tersebut. Dan ini Allāh jadikan sebagai rukun yang pertama dari rukun Islām.
Dimana orang yang mereka bersyahadat,
لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Dua syahadat ini Allāh jadikan satu rukun, rukun yang pertama dalam rukun Islām karena agama kita tidak sah kecuali dengan dua syahadat ini.
Syahadat,
لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Dan amal kita tidak akan diterima oleh Allāh kecuali dengan dua syahadat ini, ikhlas dan ittiba’ kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Dan wajib kita bersyahadat dengan dua syahadat ini,
لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyampaikan risalah dari Allāh. Syahadat ini mempersaksikan ketuhanan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Bagaimana seorang hamba menyembah Allāh dan bagaimana menyembah Allāh itu harus dengan syariat yang diajarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Sehingga syahadat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ mengajarkan tauhīd agar kita memurnikan, penghambaan kita kepada Allāh dan syahadat مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ mengajarkan wajibnya kita ittiba’, beragama dengan cara mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bukan dengan bid’ah-bid’ah, bukan dengan perkara-perkara baru yang tidak pernah ada di dalam ajaran Islām.
Buah yang bisa dipetik dari syahadat ini adalah terbebasnya hati dari perbudakan kepada makhluk. Sehingga hanya diperhamba oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan itu fitrah manusia. Dan akan menjadikan seorang hanya ittiba’ kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bukan kepada yang lainnya.
⑵ Rukun Kedua Shalat
Adapun shalat rukun yang kedua dari rukun Islām adalah penghambaan kepada Allāh dengan melakukan apa yang telah diajarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam tentang shalat ini dengan cara istiqamah.
Dia perhatian waktu dan pelaksanaannya sehingga dia tegakkan shalat sebagaimana yang diajarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

