Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)…

Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)

Halaqah 05 : Iman Terhadap Wujud Allāh
Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA Hafidzahullah

Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis

*IMAN TERHADAP WUJUD ALLĀH*

بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد

Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.

In syā Allāh kita melanjutkan pembahasan dari Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.

Kita masuk pada pembahasan:

︎ BERIMAN KEPADA ALLĀH (الإيمان بالله تعال)

Iman kepada Allāh meliputi :

⑴ Iman kepada Wujud Allāh Ta’āla.
⑵ Iman kepada Rububiyyah Allāh Ta’āla.
⑶ Iman kepada Uluhiyyah Allāh Ta’āla.
⑷ Iman kepada Asma dan shifat Allāh Ta’āla.

In syā Allāh, kita akan membahas satu persatu apa yang mesti kita imani tentang Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Kita akan awali iman kepada Allāh dengan mengimani wujud Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Mengimani tentang wujud Allāh, ditunjukkan oleh dalīl fitrah, dalīl akal, dalīl syari’ maupun dalīl hissi (dalīl kenyataan).

Dalīl fitrah bahwa setiap makhluk hidup difitrahkan oleh Allāh, mengimani sang pencipta tanpa pakai memikir, tanpa pakai pembelajaran, dan tidak ada yang bisa memalingkan dari fitrah ini.

Sebagaimana Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan tentang fitrah yang lurus,

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

_”Tidaklah setiap yang lahir kecuali dilahirkan di atas fithrah, kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak ini yahudi atau nashrani atau majusi.”_

(Hadīts riwayat Al Bukhāri)

Dan Nabi tidak menyebutkan أويسلمنيه atau yang menjadikan dia Islām, karena fithrah mereka adalah Islām, lurus, selamat. Adapun penyimpangan-penyimpangan menjadi yahudi, nashrani, atau majusi itu adalah di antara dampak dari pendidikan atau pengaruh lingkungan. Sehingga menyimpang dari fitrahnya.

• Dalīl Fithrah

Termasuk di antara dalīl fithrah adalah apabila ada seorang anak anda tempeleng kemudian anak itu menangis dan anda mengatakan kepada anak tersebut, “Kenapa kamu menangis?” Anak itu menjawab, “Karena ditempeleng anda”. Kemudian anda mengatakan, “Tidak ada yang menempeleng kamu”. Anak itu tidak akan terima, karena fithrahnya ada tempelengan dan pasti ada yang menempeleng.

Demikian pula fithrahnya manusia, ada ciptaan pasti ada yang menciptakan. Ini adalah dalīl fithrah yang ada pada setiap diri manusia.

• Dalīl Akal

Adapun dalīl akal, bahwasanya akal manusia berkaitan dengan wujud Allāh Subhānahu wa Ta’āla sesuatu yang ada, ini pasti ada yang mendahuluinya, pasti ada yang mengadakannya. Adanya ciptaan ini pasti ada yang menciptakannya, ini sesuatu yang sangat logis.

Akal manusia demikian, mereka akan berbicara, mereka akan mengingkari. Secara akal bahwasanya sesuatu itu tercipta dengan sendirinya, tercipta tanpa ada yang menciptakan. Ini adalah sesuatu yang didengar oleh akal manusia.

Oleh karena itu di antara ayat yang sangat mengagungkan, yang menjadikan sebab salah seorang sahabat masuk ke dalam Islām adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

أَمۡ خُلِقُوا۟ مِنۡ غَیۡرِ شَیۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَـٰلِقُونَ

_”Apakah mereka tercipta tanpa sesuatu, maksudnya tercipta dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan sama sekali?”_

(QS. Ath-Thur: 35)

أَمۡ هُمُ ٱلۡخَـٰلِقُونَ

_Apakah mereka yakin, bahwa mereka adalah yang menciptakan segala yang ada itu?_

Sama sekali mereka tidak akan yakin, baik itu segala yang ada ini tercipta tanpa pencipta apalagi mereka menyakini mereka sebagai pencipta sesuatu yang ada ini.

Akal mereka akan mengatakan bahwa segala yang ada ini pasti ada yang menciptakan, sebagaimana Allāh katakan di dalam surat At Tur ayat 35. Ayat ini mengkisahkan seorang sahabat yang bernama Zubair bin Mut’im radhiyallāhu ‘anhu, ketika Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam membaca ayat tersebut sampai pada ayat,


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link