_”Katakan ya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada mereka orang-orang musyrik, “Siapakah pemilik bumi dan apa yang ada di dalam bumi. Kalau kalian betul-betul mengetahui, pasti mereka akan mengatakan, “Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.”_
(QS. Al-Mukminun: 84-85)
قُلۡ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ ٱلسَّبۡعِ وَرَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِیمِ ۞ سَیَقُولُونَ لِلَّهِۚ
_”Katakan kepada orang-orang musyrikin itu, “Siapakah Rabb Nya langit dan bumi yang tujuh dan Rabb Nya Arsy yang agung? Pasti mereka akan mengatakan Allāh”_
(QS. Al-Mu’minun: 86-87)
قُلۡ مَنۢ بِیَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَیۡءࣲ وَهُوَ یُجِیرُ وَلَا یُجَارُ عَلَیۡهِ
“Katakanlah di tangan siapakah kekuasaan tentang semua kerajaan ini? Di tangan siapakah segala kerajaan ini? Kerajaan segala sesuatu ini? Yang dia melindungi dan tidak dilindungi. Pasti mereka tanpa ragu-ragu akan mengatakan سَیَقُولُونَ لِلَّهِۚ semua itu adalah milik Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”
(QS. Al-Mu’minun: 88)
Ini semua menunjukkan bahwa orang-orang musyrikin itu, orang kafir semisal iblis, fir’aun, orang-orang musyrikin, semua mereka menegaskan keyakinannya tentang Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Oleh karena itulah tidaklah mengingkari tentang Rububiyyah Allāh ini, kecuali semata-mata karena keangkuhannya, karena kesombongannya.
Maka dikatakan oleh Allāh tadi tentang Fir’aun, kenapa mereka menampakkan zuhud wa jahadu bihā, mereka menentang, mereka zuhud, mereka melakukan penentangan kepada apa yang didakwahkan Musa.
Padahal hati nurani mereka mengakui apa yang didakwahkan Musa ظُلْمًۭا وَعُلُوًّۭا karena angkuh, karena zhalim dan karena yakni sombong.
Sehingga Fir’aun dengan angkuhnya mengatakan:
أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
_”Saya adalah tuhan kamu yang paling tinggi”_
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرِى
_”Wahai segenap pembesar, aku tidak mengetahui sesembahan yang sesungguhnya selain diriku.”_
(QS. Al-Qashash: 38)
Ini diucapkan Fir’aun semata-mata karena kesombongannya, bukan dari hati nurani yang dalam, buktinya saat Fir’aun ditenggelamkan Allāh (tinggal matinya).
Apa kata Fir’aun?
ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
_”Saya beriman bahwa tidak ada sesembahan yang sebenarnya kecuali yang diimani bani israil dan aku termasuk orang Islām.”_
(QS. Yunus: 90)
Tapi sudah terlambat ucapan Fir’aun ini, karena diucapkan ketika tinggal matinya dan Allāh tidak terima.
Sehingga Allāh katakan:
ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ
_”Mengapa baru sekarang (kamu beriman), dan kamu sebelumnya senantiasa bermaksiat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”_
(QS. Yunus: 91)
Oleh karena itulah, sesungguhnya Rububiyyah ini Allāh jadikan fithrah bagi manusia, semuanya mengakui tentang Rububiyyah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
√ Allāh yang mencipta.
√ Allāh yang memiliki segala yang ada.
√ Allāh yang mengatur segala yang ada.
Tidaklah mengingkari Rububiyyah Allāh kecuali orang yang sombong dan angkuh. Dan Rububiyyah ini adalah dalīl yang paling kuat tentang Uluhiyyah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
In syā Allāh, akan kita lanjutkan pembahasan kita pada pembahasan berikutnya. Semoga bermanfaat.
و صلى الله عليه وسلم الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
____
