Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة) …

Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)

Halaqah 10 : Buah dari Iman kepada Nama dan Sifat Allāh
Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA Hafidzahullah

Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis

*BUAH DARI IMAN KEPADA NAMA DAN SIFAT ALLĀH*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد

Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.

In syā Allāh kita melanjutkan pembahasan dari Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.

Kita masih berbicara tentang mengimani Allāh Subhānahu wa Ta’āla, bahwa mengimani Allāh, ada beberapa hal yang wajib kita imani tentang Allāh.

⑴ Mengimani tentang wujudnya Allāh.
Dan ini telah kita lewati pembahasannya, mengimani tentang wujudnya Allāh bisa kita tetapkan melalui fithrah, melalui akal, melalui syariat dan juga melalui kenyataan yang ada.

⑵ Mengimani tentang Rububiyyah Allāh.
Bahwa ini merupakan keimanan yang diimani oleh seluruh manusia bahkan iblis dan Fir’aun mengimani rububiyyah Allāh. Bahwasanya Allāh sang pencipta, Allāh Subhānahu wa Ta’āla sang pemelihara alam semesta.

Sehingga mengimani Rububiyyah Allāh semata belum mengantarkan dia kepada iman yang hakiki, sampai dia mewujudkan yang ketiga yaitu iman kepada Uluhiyyah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

⑶ Mengimani Uluhiyyah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Dimana seorang hamba tertuntut untuk menunaikan kewajiban secara totalitas, mempersembahkan semua ibadahnya hanya kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Sehingga dia tidak musyrik tidak menyekutukan Allāh dengan memalingkan ibadahnya kepada apa dan siapa pun selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla

⑷ Mengimani nama dan sifat Allāh Subhānahu wa Ta’āla, dan ini merupakan dasar yang sangat penting dalam membangun penghambaan kita kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Ketika kita mengimani Allāh dengan cara yang benar tentang wujud Allāh, Rububiyyah Allāh, Uluhiyyah Allāh, Asma dan sifat Allāh, maka akan membuahkan beberapa buah yang sangat indah dalam mengimani Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

• Buah Mengimani Allāh Subhānahu wa Ta’āla

تحقيق توحيد الله تعالى

*Poin Pertama* | Mewujudkan tauhīd yang benar kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

بحيث لا يتعلق بغيره رجاء ولا خوف ولا يعبد غيره

Di mana seorang akan mewujudkan tauhīd yang benar, mewujudkan tauhīd yang sesungguhnya, di mana dia tidak lagi bergantung kecuali hanya kepada Allāh, tidak lagi dia berharap kecuali kepada Allāh, tidaklah dia takut kecuali kepada Allāh, tidaklah dia beribadah kecuali kepada Allāh dan tidak beribadah kepada selain Allāh Ta’āla.

Tauhīd ini tidak akan bisa kita wujudkan kecuali kita telah mewujudkan iman kepada Allāh dalam hal wujudnya Allāh, Rububiyyah-Nya Allāh, Uluhiyyah-Nya Allāh dan Asma dan sifat-Nya.

Orang yang sekedar mewujudkan iman kepada wujudnya Allāh, belum bertauhīd.

Orang yang hanya mengimani bahwasanya Allāh adalah sang pencipta, maka belum dikatakan bertauhīd.

Lalu dikatakan bertauhīd, ketika seseorang secara totalitas mempersembahkan segala amal Ubudiyyahnya kepada Allāh saja. Bukan sekedar mengakui siapa itu Allāh. Tetapi tauhīd itu ketika seorang dia telah mengimani siapa itu Allāh.

Allāh adalah pemilik Rububiyyah dan pemilik kesempurnaan sifat. Setelah itu dia totalitas mempersembahkan ibadah hanya kepada Allāh dan tidak mempersembahkan ibadah apapun kepada apapun dan kepada siapapun.

Inilah makna yang terkandung di dalam sebuah ayat Allāh,

فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًۭا

_”Maka jangan sekali-kali kamu berdoa kepada selain Allāh siapapun”_

(QS. Al-Jinn: 18)

Di sini ada dua poin penting:

① Falā tad’u (فَلَا تَدْعُوا۟) artinya jangan mempersembahkan ibadah jenis apapun.

Jenis apapun ibadah itu tidak boleh dipersembahkan kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link