*Yang Ketiga | Kita mengimani sifat-sifat malaikat yang Allāh sebutkan* Apa yang…

*Yang Ketiga | Kita mengimani sifat-sifat malaikat yang Allāh sebutkan*
Apa yang Allāh sebutkan tentang sifat malaikat, maka kita mengimaninya.

Seperti (umpamanya) malaikat Jibril. Malaikat Jibril disifati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla memiliki 600 sayap, kalau sayap itu megar (terbuka) maka sayap tersebut akan menutupi ufuk. Di sinilah kita wajib mengimani malaikat yang disifati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dan malaikat bisa berubah dalam bentuk manusia dengan kehendak atau izin dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla, seperti ketika Jibril datang di majelis ilmu Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Jibril datang dalam wujud seorang laki-laki yang berpakaian rapih berwarna putih, bersih, rambutnya hitam pekat kemudian Jibril duduk di depan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan bertanya, “Apa itu Islam, Iman dan Ihsan”. Ini adalah malaikat Jibril yang berubah wujud dalam bentuk manusia.

Kemudian juga malaikat yang datang kepada Maryam untuk meniupkan ruh, kemudian malaikat yang menyerupai Al-Kalbi, kemudian malaikat yang mendatangi seseorang yang akan ziarah ke tempat saudaranya di suatu perkampungan semata karena Allāh Ta’āla.

Itu malaikat-malaikat yang disifati oleh Allāh bisa berubah menjadi manusia dengan izin Allāh Ta’āla, termasuk malaikat yang datang menemui nabiyullāh Ibrahim untuk menghancurkan kaum Sodom, kaumnya nabi Luth alayhishshalātu wassalām.

Ini adalah termasuk yang perlu kita imani tentang para malaikat.

*Poin Keempat | Mengimani tugas-tugas malaikat*
Di mana para malaikat ini memiliki beberapa tugas yang disebutkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Seperti (umpamanya):

√ Jibril yang ditugasi Allāh untuk menyampaikan wahyu.
√ Mikail yang ditugasi Allāh untuk menurunkan hujan.
√ Israfil yang ditugasi Allāh untuk meniup sangkakala di hari kiamat kelak.
√ Malaikat Al-Maut yang ditugasi Allāh untuk mencabut nyawa.
√ Malik yang ditugasi Allāh untuk menjaga neraka.
√ Ridhwan yang ditugasi Allāh untuk surga.
√ Malaikat yang ditugasi untuk mengurus janin ketika masih di rahim.

Ini semua adalah malaikat-malaikat yang dijelaskan tugasnya oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla termasuk malaikat yang mencatat amal-amal kita yang baik maupun yang buruk. Ada juga malaikat yang Allāh tugaskan untuk menanyai mayit ketika mereka telah di kubur.

Ini semua adalah pembahasan yang berkaitan dengan keimanan kepada para malaikat.

Kemudian para sahabat BiAS.

Ketika kita mengimani malaikatnya, maka akan membuahkan beberapa buah yang sangat indah.

Di antaranya:

1. Ketika kita paham bagaimana malaikat, agungnya malaikat, luar biasanya malaikat, seperti Arsy itu makhluk yang paling besar yang Arsy itu dibandingkan dengan kursi Allāh seperti kursi dibandingkan Arsy Allāh seperti lempengan logam diletakkan di padang pasir. Kursinya seperti lempengan logam Arsynya seperti padang yang luas.

Kemudian langit yang tujuh dan bumi ketika dibandingkan dengan kursi Allāh seperti itu pula, seperti lempengan diletakkan di padang yang luas sehingga alangkah besarnya Arsy.

Arsy itu disangga oleh delapan malaikat, maka dengan kita mengetahui betapa hebatnya, agungnya, luar biasanya malaikat kita akan mengetahui keagungan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

2. Dengan kita mengimani malaikat akan tumbuh rasa syukur kita kepada Allāh Ta’āla, ternyata Allāh dengan nikmatnya mengirimkan malaikat yang menjaga anak Adam, sehingga ini merupakan bagian dari karunia Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk kemaslahatan manusia.

Kemudian juga kita mencintai para malaikat, karena malaikat itu makhluk yang senantiasa taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan iman itu menuntut kita untuk mencintai apa yang dicintai oleh Allāh dan makhluk yang mereka betul-betul taat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Adapun kelompok yang mereka menyimpang dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jamā’ah yang menyelisihi ayat, di antaranya mereka mengatakan, “Malaikat itu ibarat ungkapan dari sebuah kekuatan kebaikan”, sehingga bukan makhluk yang real, ini adalah sebuah penyimpangan yang menyelisihi Al-Qur’ān dan Sunnah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link