٧٠ – (٢٢٠٥) – حَدَّثَنَا هَارُونُ بۡنُ مَعۡرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ قَالَا:
حَدَّثَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ: أَخۡبَرَنِي عَمۡرٌو، أَنَّ بُكَيۡرًا حَدَّثَهُ،
أَنَّ عَاصِمَ بۡنَ عُمَرَ بۡنِ قَتَادَةَ حَدَّثَهُ، أَنَّ جَابِرَ بۡنَ
عَبۡدِ اللهِ عَادَ الۡمُقَنَّعَ ثُمَّ قَالَ: لَا أَبۡرَحُ حَتَّىٰ
تَحۡتَجِمَ، فَإِنِّي سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (إِنَّ فِيهِ
شِفَاءً).
[البخاري: كتاب الطب، باب الدواء بالعسل…، رقم: ٥٦٨٢].
70. (2205). Harun bin Ma’ruf dan Abu Ath-Thahir telah menceritakan kepada
kami. Keduanya berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami: ‘Amr mengabarkan
kepadaku: Bukair menceritakan kepadanya: ‘Ashim bin ‘Umar bin Qatadah
menceritakan kepadanya:
Jabir bin ‘Abdullah menjenguk Al-Muqanna’ kemudian berkata: Aku tidak akan
pergi sampai engkau berbekam, karena aku mendengar Rasulullah—shallallahu
‘alaihi wa sallam—bersabda, “Sesungguhnya padanya ada penyembuhan.”
٧١ – (…) – حَدَّثَنِي نَصۡرُ بۡنُ عَلِيٍّ الۡجَهۡضَمِيُّ: حَدَّثَنِي
أَبِي: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ عَاصِمِ بۡنِ
عُمَرَ بۡنِ قَتَادَةَ. قَالَ: جَاءَنَا جَابِرُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، فِي
أَهۡلِنَا، وَرَجُلٌ يَشۡتَكِي خُرَاجًا بِهِ أَوۡ جِرَاحًا. فَقَالَ: مَا
تَشۡتَكِي؟ قَالَ: خُرَاجٌ بِي قَدۡ شَقَّ عَلَيَّ. فَقَالَ: يَا غُلَامُ،
ائۡتِنِي بِحَجَّامٍ. فَقَالَ لَهُ: مَا تَصۡنَعُ بِالۡحَجَّامِ يَا أَبَا
عَبۡدِ اللهِ؟ قَالَ: أُرِيدُ أَنۡ أُعَلِّقَ فِيهِ مِحۡجَمًا. قَالَ: وَاللهِ،
إِنَّ الذُّبَابَ لَيُصِيبُنِي، أَوۡ يُصِيبُنِي الثَّوۡبُ، فَيُؤۡذِينِي،
وَيَشُقُّ عَلَيَّ. فَلَمَّا رَأَىٰ تَبَرُّمَهُ مِنۡ ذٰلِكَ قَالَ: إِنِّي
سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (إِنۡ كَانَ فِي شَيۡءٍ مِنۡ أَدۡوِيَتِكُمۡ
خَيۡرٌ، فَفِي شَرۡطَةِ مَحۡجَمٍ، أَوۡ شَرۡبَةٍ مِنۡ عَسَلٍ، أَوۡ لَذۡعَةٍ
بِنَارٍ). قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (وَمَا أُحِبُّ أَنۡ أَكۡتَوِيَ)، قَالَ:
فَجَاءَ بِحَجَّامٍ فَشَرَطَهُ، فَذَهَبَ عَنۡهُ مَا يَجِدُ.
71. Nashr bin ‘Ali Al-Jahdhami telah menceritakan kepadaku: Ayahku
menceritakan kepadaku: ‘Abdurrahman bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari
‘Ashim bin ‘Umar bin Qatadah. Beliau berkata:
Jabir bin ‘Abdullah mendatangi kami di rumah kami ketika ada seseorang yang
sakit bisul atau menderita luka. Jabir bertanya, “Apa yang engkau keluhkan?”
Dia menjawab, “Ada bisul di tubuhku yang menyusahkanku.”
Jabir berkata, “Hai nak, panggilkan tukang bekam kemari!”
Dia bertanya kepada Jabir, “Apa yang engkau akan lakukan dengan tukang bekam
itu, wahai Abu ‘Abdullah?”
Jabir menjawab, “Aku hendak meletakkan kop bekam di bisul itu.”
Dia berkata, “Sesungguhnya lalat yang menghinggapi lukaku atau pakaian yang
mengenainya saja sudah menyakitiku dan menyusahkanku.”
Ketika Jabir melihat keengganannya berbekam, beliau berkata: Sesungguhnya aku
mendengar Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Jika ada
kebaikan dalam sebagian obat-obatan kalian, maka ada pada sayatan bekam, minum
madu, atau sundutan api (kayy).”
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Aku tidak suka melakukan
kayy.”
Perawi berkata: Lalu Jabir datang dengan tukang bekam, lalu menyayatnya, lalu
keluhannya hilang.
