(QS. Al-Baqarah : 259)⑸ Kisah nabi Ibrahim alayhishshalātu wassalām ketika belia…

(QS. Al-Baqarah : 259)

⑸ Kisah nabi Ibrahim alayhishshalātu wassalām ketika beliau meminta kepada Allāh,

كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ

_”Bagaimana Allāh menghidupkan orang yang mati?”_

Maka Allāh perintahkan Ibrahim untuk mengambil empat ekor burung, kemudian burung-burung itu dicacah dan ditebar di beberapa tempat, lalu nabi Ibrahim memanggil burung-burung itu, dan burung-burung itu menjadi burung yang hidup.

Begitulah nanti Allāh menghidupkan manusia.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِـۧمُ رَبِّ أَرِنِى كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ

_Dan (ingatlah) ketika nabiyullāh Ibrahim berkata, “Ya Rabb, aku ingin melihat bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”._

قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن

_Kata Allāh, “Apakah engkau tidak beriman, tidak percaya ya Ibrahim?”_

قَالَ بَلَىٰ وَلَـٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِى

_”Ibrahim menjawab, “Ya Allāh bukan aku tidak percaya, tapi hatiku ingin tenteram”_

قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةًۭ مِّنَ ٱلطَّيْرِ

_Kata Allāh, “Ambillah empat ekor burung”_

فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ ٱجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍۢ مِّنْهُنَّ جُزْءًۭا

_Lalu cacahlah (potong-potong) burung itu, kemudian letakkan di empat gunung_

ثُمَّ ٱدْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًۭا ۚ

_Lalu panggillah burung-burung itu, niscaya mereka datang kepada kamu dalam keadaan hidup_

وَٱعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

_”Ketahuiah bahwasanya Allāh adalah Dzat yanga Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (tepat segala keputusan-Nya)”_

(QS. Al-Baqarah: 260)

Ini semua adalah contoh di antara bukti Allāh akan mengadakan yaumul ba’ats, bukti yang hissi, dilihat oleh mata manusia peristiwa-peristiwa di dunia.

Adapun secara akal, Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah menciptakan langit, bumi, menciptakan apa saja yang ada di langit dan bumi. Dan Allāh juga yang telah mengawali penciptaan.

Bagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang bisa menciptakan kali yang pertama tidak bisa menciptakan kali yang kedua?

Ini adalah hal yang mudah bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk menciptakan yang kedua itu.

وَهُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ

_’Dan Dia-lah Allāh yang telah mengawali penciptaan lalu Allāh akan mengembalikan (menghidupkan) lagi, dan mengembalikan kali yang kedua itu (menghidupkan) lebih gampang tentunya bagi Allāh”_

(QS. Ar-Rum: 27)

Secara logika tentunya mengembalikan yang kedua lebih gampang. Yang pertama prograsi, membayangkan segala macam, yang kedua tinggal mengulang.

Bagaimana Allāh sudah mampu kali yang pertama, tidak mampu kali yang kedua?

كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍۢ نُّعِيدُهُۥ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَآ ۚ

_”Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya”_

(QS. Al-Anbiyya: 104)

Allāh akan mengulangi penciptaan pada kali yang kedua yaitu dibangkitkannya manusia.

Kemudian, bagaimana bumi yang dulunya mati, kering kerontang tidak ada pepohonan yang hidup lalu Allāh turunkan air hujan, sehingga bumi menjadi hijau menjadi hidup. Seperti itulah nanti Allāh akan membangkitkan manusia.

Sebagaimana Allāh jelaskan dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al-Fushilat, surat Qaf. Bagaimana Allāh akan membangkitkan manusia.

Itulah di antara beberapa dalīl bantahan kepada orang-orang yang mengingkari adanya yaumul ba’ats. Allāh tunjukkan dalīl yang hissi, dalīl yang logika.

Intinya bahwa kebangkitan itu adalah sesuatu yang pasti, dan dalīlnya telah Allāh penuhi untuk membantah orang-orang yang ragu akan adanya yaumul ba’ats.

Semoga bermanfaat.

و صلى الله عليه وسلم الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

____


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link