Ruh Doa: Ketika Hati yang Berbicara, Bukan Lisan

Ruh Doa: Ketika Hati yang Berbicara, Bukan Lisan

9 hours yang lalu
Ruh Doa: Ketika Hati yang Berbicara, Bukan Lisan

Ruh Doa: Ketika Hati yang Berbicara, Bukan Lisan

Doa bukan sekadar rangkaian kata yang terucap dari lisan. Doa sejatinya adalah curahan hati yang penuh harap dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah. Ruh doa terletak pada kerendahan hati, kekhusyukan, dan rasa butuh yang tulus kepada-Nya.

Syaikh Dr. Ahmad Al-Khalil -hafidzahullah- ketika ditanya tentang apa itu ruh doa beliau menjelaskan

ما هو روح الدعاء ؟

الجواب: التَّضَرُّع والخُشوع هو ‌رُوحُ ‌الدعاء وَلُبُّهُ ومقصودُهُ.

اشرح لي كيفية ذلك بشكل أوضح ؟

الجواب: الخاشع الذليل الضارع إنما يسألُ مسألةَ مسكين ذليل، قد انكسر قلبه، وذلَّت جوارحُه، وخشع صوتُه، حتى إنه ليكاد تبلغ به ذلته ومسكنته، وكسرته وضراعته، إلى أن ينكسر لسانُه، فلا يُطاوعه بالنطق، فقلبُه سائل طالب مبتهل، ولسانُه لشدة ذله وضراعته ومسكنته ساكت، وهذه الحال لا يتأتَّى معها رفع الصوت بالدُّعاء أصلًا. بدائع الفوائد (3/ 843)

البحث في آداب الدعاء وأحواله من أشرف وأرفع وأنفع أنواع العلوم.

Apa itu ruh dari doa?  

Jawab: Tunduk dan khusyuk adalah ruh (inti) dari doa, itulah hakikat dan tujuan utamanya.

Bisa dijelaskan lebih jelas seperti apa maksudnya?  

Jawab: Orang yang khusyuk dan merasa hina di hadapan Allah akan berdoa seperti seorang miskin yang benar-benar membutuhkan. Hatinya hancur karena merasa lemah, tubuhnya tunduk, suaranya rendah. Bahkan bisa jadi karena saking hinanya di hadapan Allah, lidahnya seakan tak mampu lagi berbicara. Hatinya penuh permohonan, sungguh-sungguh meminta, tapi lidahnya terdiam karena rasa tunduk dan butuh yang begitu besar. Dalam keadaan seperti ini, tidak mungkin seseorang mengangkat suara saat berdoa.

Maka, mempelajari adab dan keadaan hati dalam berdoa adalah salah satu ilmu paling mulia, tinggi, dan bermanfaat. (قناة د. أحمد بن محمد الخليل العلمية) (t.me/alkhalil_1)

Contoh yang bisa kita praktekan. Misalnya ketika seorang berdoa:  

“اللهم اغفر لي” 

(Ya Allah, ampunilah aku)  

Jika hanya dilafazkan dengan cepat tanpa perasaan, doa ini terasa ringan. Tapi saat dihayati, dia akan berhenti sejenak, merenungi betapa banyak dosa yang telah ia lakukan, betapa sering lalai, dan betapa besar ampunan Allah. Hatinya merasa takut namun juga berharap. Air matanya bisa menetes karena sadar, ia sangat butuh ampunan.

Suasana seperti ini—rasa butuh, harap, takut, tunduk—itulah ruh doa. Bukan sekadar ucapan, tapi permohonan yang keluar dari hati yang remuk karena dosa, dan yakin bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni.

Penutup:  

Karena itu, jangan hanya fokus pada lafaz dan panjangnya doa. Latih hatimu untuk tunduk dan hadir saat berdoa, karena di sanalah letak kekuatan sebenarnya. Doa yang keluar dari hati yang khusyuk lebih dekat untuk dikabulkan daripada doa panjang yang kosong dari rasa tunduk.

Semoga bermanfaat baarokallohu fiikum

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link