Gambaran Kenikmatan Surga Yang Tidak Pernah Terlintas Di Hati Manusia #Bagian 1

Gambaran Kenikmatan Surga Yang Tidak Pernah Terlintas Di Hati Manusia #Bagian 1

2 weeks yang lalu
Gambaran Kenikmatan Surga Yang Tidak Pernah Terlintas Di Hati Manusia #Bagian 1

Di antara ayat yang membahas nikmat surga adalah firman Allah ta’ala:

{ وَبَشِّرِ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةࣲ رِّزۡقࣰا قَالُوا۟ هَـٰذَا ٱلَّذِی رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهࣰاۖ وَلَهُمۡ فِیهَاۤ أَزۡوَ ٰ⁠جࣱ مُّطَهَّرَةࣱۖ وَهُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ }

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan disana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.” [QS Al-Baqarah: 25]

Kita Akan Mencoba Mentadabburi Ayat Ini, Biidznillah.

Pola Al Qur’an: Menyampaikan Motivasi & Peringatan

Ayat ini datang setelah peringatan bagi orang Quraisy yang menuduh bahwa Al Qur’an adalah buatan Rasulullah. Kalau benar, mereka semestinya bisa membuat yang semisal Al Qur’an, namun mereka tak bisa & tak kan bisa membuatnya. Maka Allah pun peringatkan mereka dari api neraka. 

{ فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُوا۟ وَلَن تَفۡعَلُوا۟ فَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِی وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِینَ }

“Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” [QS Al-Baqarah: 24]

Setelah peringatan tersebut, Allah sebutkan kabar gembira bagi orang yang beriman & beramal shalih sebagaimana disebutkan pada ayat ini.

Menyebutkan peringatan kemudian kabar gembira atau sebaliknya, adalah pola yang terus berulang dalam ayat-ayat Al Qur’an.

Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah berkata tentang 2 ayat ini & yang semisal:

جمع الله في هاتين الآيتين بين الوعد والوعيد والترغيب والترهيب، وكثيراً ما يأتي في القرآن الكريم الجمع بين ذلك في آية واحدة أو آيتين أو أكثر؛ ليعبد المسلم ربه جامعاً بين الرغبة والرهبة والخوف والرجاء، كما قال بعض أهل العلم عن الجمع بين الخوف والرجاء: إنه كالجناحين للطائر؛ فإذا كانا سليمين سهل طيرانه، وإن اختل أحد الجناحين لم يحصل منه الطيران.

“Allah menggabungkan dalam 2 ayat ini antara janji dan ancaman, motivasi (targhib) dan peringatan (tarhib). Dalam Al-Qur’an sering terdapat penggabungan antara keduanya dalam 1 ayat, 2 ayat, atau lebih; agar seorang muslim beribadah kepada Rabb-nya dengan menghimpun rasa harap dan rasa takut, khauf dan raja’.

Sebagian ulama mengatakan tentang menggabungkan rasa takut dan harap: keduanya seperti 2 sayap bagi seekor burung; apabila keduanya sehat, maka mudah baginya untuk terbang, namun jika salah satu sayapnya rusak, maka ia tak dapat terbang” (Rasail Syaikh Abdul Muhsin 1/167)

Kabar Gembira:

وَبَشِّرِ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ 

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh” (Al Baqarah: 25)

Ayat ini adalah di antara kabar gembira bagi orang yang beriman & beramal shalih. Ada banyak kabar gembira bagi mereka baik di dunia maupun di akhirat dan Allah pasti menunaikan janjiNya. Maka bergembiralah wahai orang-orang yang beriman & beramal shalih. Walaupun di kehidupan dunia ini ujian terus menyapa, ada janji yang terbaik dari Allah Azza wa jalla.

Selain pesan untuk Rasulullah, seorang da’i hendaknya juga menyampaikan kabar gembira ini kepada umat agar umat termotivasi untuk menguatkan iman & beramal shalih. As Sa’di rahimahullah berkata:

﴿وَبَشِّرِ﴾ أي: [يا أيها الرسول ومن قام مقامه] 

“‘Beri kabar gembira’, yakni wahai para Rasul dan orang-orang yang bertugas dengan tugasnya” (tafsir as Sa’di)

Imam & Amal Shalih, Sebab Masuk Surga

Allah berfirman:

{ وَبَشِّرِ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh” (QS al Baqarah: 25)

Allah memberikan motivasi untuk orang-orang beriman & beramal shalih agar seseorang menjadikan bagian dari mereka. Jika sudah menjadi bagian dari mereka, agar ia meningkatkan kualitas imannya. Motivasi yang Allah berikan adalah motivasi yang sangat tinggi yaitu surga.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 

من خافَ أدلَجَ ، ومن أدلَجَ بلغَ المنزلَ ، ألا إنَّ سلعةَ اللَّهِ غاليةٌ ، ألا إنَّ سلعةَ اللَّهِ الجنَّةُ

“Siapa yang khawatir berjalan malam, dia akan berjalan cepat. Siapa yang berjalan cepat, dia kan segera sampai tujuan. Ketahuilah barang dagangan Allah itu mahal, ketahuilah barang dagangan Allah itu surga” (HR at Tirmidzi)

Hal Yang Perlu Diingat, Kita Mesti Waspada Dari Perusak Iman & Amal Shalih. 

Ada 2 hal besar yang merusaknya: kebodohan & mengikuti hawa nafsu. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata 

:”فصلاح بني آدَمَ الإيمانُ والعمل الصالح، ولا يخرجهم عن ذلك إلا شيئان :

أحدهما :الجهل المضاد للعلم فيكونون ضُلّالاً .

والثاني:اتباع الهوى والشهوة الذين في النفس فيكونون غواةً مغضوباً عليهم ؛ولهذا قال تعالى { والنجم إذا هوى ما ضل صاحبكم وما غوى }  الفتاوى 15/242‘

“Kebaikan & keselamatan anak Adam ada pada iman & amal salih. Tak ada yg mengeluarkan mereka dari kebaikan itu kecuali 2 hal:

  1. Kebodohan, lawannya ilmu, yang membuat mereka sesat.
  2. Hawa nafsu & syahwat dalam diri, yang membuat mereka menyimpang & dimurkai.

Karenanya Allah berfirman: “Demi bintang ketika terbenam; kawan kalian (Muhammad) tidak sesat & tidak pula menyimpang.” (An-Najm: 1–2) (Majmū‘ Fatāwā 15/242)

Sungai Di Surga

أَنَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُۖ

“bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.” (QS Al Baqarah: 25)

Kabar gembira terbesar bagi orang-orang beriman & beramal shalih adalah surga yang kekal abadi dan penuh dengan kenikmatan. Di antara kenikmatan dan keindahan surga adalah sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Informasi ini sangat banyak sekali disebutkan dalam Al Qur’an. Bahkan dalam ayat yang lain terdapat detail lebih lengkap tentang macam-macam sungai tersebut. Allah ta’ala berfirman:

{ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِی وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ فِیهَاۤ أَنۡهَـٰرࣱ مِّن مَّاۤءٍ غَیۡرِ ءَاسِنࣲ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّن لَّبَنࣲ لَّمۡ یَتَغَیَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّنۡ خَمۡرࣲ لَّذَّةࣲ لِّلشَّـٰرِبِینَ وَأَنۡهَـٰرࣱ مِّنۡ عَسَلࣲ مُّصَفࣰّىۖ وَلَهُمۡ فِیهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَ ٰ⁠تِ وَمَغۡفِرَةࣱ مِّن رَّبِّهِمۡۖ كَمَنۡ هُوَ خَـٰلِدࣱ فِی ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَاۤءً حَمِیمࣰا فَقَطَّعَ أَمۡعَاۤءَهُمۡ }

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, hingga ususnya terpotong-potong?” [QS Muḥammad: 15]

Bahkan sampai saat ini, jika kita datang ke tempat-tempat wisata atau hotel-hotel yang mewah, biasanya ada fasilitas yang dibuat dengan mengalirkan air (baik alami atau buatan), mungkin itu kolam renang, sungai, danau atau yang lainnya.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata 

﴿تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ﴾ أَيْ: مِنْ تَحْتِ أَشْجَارِهَا وَغُرَفِهَا، وَقَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ: أَنَّ أَنْهَارَهَا تَجْرِي مِنْ  غَيْرِ أُخْدُودٍ، وَجَاءَ فِي الْكَوْثَرِ أَنَّ حَافَّتَيْهِ قِبَابُ اللُّؤْلُؤِ الْمُجَوَّفِ، وَلَا مُنَافَاةَ بَيْنَهُمَا، وَطِينُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ، وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْجَوْهَرُ، نَسْأَلُ اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ [وَكَرَمِهِ]  إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ.

“‘Mengalir dibawahnya sungai-sungai’, yakni mengalir dari bawah pepohonan dan kamar-kamarnya. Disebutkan dalam hadits bahwa sungai-sungai di dalamnya mengalir tanpa parit (tanpa galian). Ada juga datang keterangan tentang al-Kautsar bahwa di kedua tepinya terdapat kubah-kubah dari mutiara yang berongga. Tidak ada pertentangan antara kedua riwayat tersebut. Tanah sungai itu adalah misk yang sangat harum, dan kerikilnya adalah mutiara serta permata. Kita memohon kepada Allah dari karunia dan kemurahan-Nya (untuk memasukkan kita ke dalam surga -pent); sesungguhnya Dia Maha Baik lagi Maha Penyayang.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Wallohu a’lam semoga bermanfaat, 

Bersambung bagian #2

Ditulis Oleh Ustadz : Amrullah Akadhinta, S.T.

 

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link