Saat Ramadhan Haruskah Mengurangi Kerja Demi Ibada
![]()
Setiap Ramadhan sering muncul polemik: apakah lebih utama cuti dan fokus ibadah saja, atau tetap bekerja seperti biasa?
Jawabannya: Islam tidak memisahkan antara ibadah dan pekerjaan.
Seorang muslim, seluruh amalnya bisa bernilai ibadah jika niatnya benar. Ibadah bukan hanya shalat, puasa, dan i’tikaf. Bekerja dengan jujur, menunaikan amanah jabatan, mencari nafkah halal, mendidik anak, membantu orang lain, bahkan menunaikan tugas kantor dengan sungguh-sungguh — semuanya bisa menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah.
Di bulan Ramadhan, tentu kita dianjurkan memperbanyak ibadah khusus seperti tilawah, qiyam, sedekah, dan dzikir. Namun bukan berarti Ramadhan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan, tidur berlebihan, atau menelantarkan tanggung jawab.
Nabi ﷺ sendiri mengalami Ramadhan dalam kondisi aktif dan produktif. Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 H. Fathu Makkah juga terjadi di bulan Ramadhan tahun 8 H. Beliau bahkan safar di bulan Ramadhan dan berbuka ketika ada kesulitan. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan bulan pasif, tetapi bulan kesungguhan.
Maka yang terbaik adalah menggabungkan keduanya:
- Menjaga dan meningkatkan ibadah khusus.
- Tetap profesional dalam pekerjaan dan amanah dunia.
Jika seseorang mampu mengambil cuti untuk fokus ibadah tanpa menelantarkan kewajiban, itu baik.
Namun jika ia tetap bekerja dengan niat yang lurus dan penuh tanggung jawab, itu pun ibadah besar.
Intinya, Ramadhan bukan waktu untuk “libur dari dunia”, tetapi waktu untuk meluruskan niat dalam seluruh aktivitas, agar semuanya bernilai akhirat.
- Ya Allah, jadikan Ramadhan ini bulan yang Engkau hidupkan hati kami dengannya.
- Luruskan niat kami dalam setiap ibadah dan pekerjaan kami.
- Ya Allah, jadikan shalat kami ibadah, puasa kami ibadah,
- dan jadikan pula pekerjaan kami, amanah kami, dan usaha mencari nafkah kami sebagai ibadah di sisi-Mu.
- Jauhkan kami dari kemalasan, kelalaian, dan menyia-nyiakan waktu.
- Karuniakan kepada kami kekuatan untuk menyeimbangkan ibadah khusus dan tanggung jawab dunia.
- Ya Allah, terimalah amal kami, berkahi waktu kami,
- dan jadikan Ramadhan ini sebagai sebab ampunan dan keselamatan kami di dunia dan akhirat.
Disarikan dari jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Baz –rahimahullah-
Wallahu a’lam
Ditulis Oleh Ustadz Nurhadi Nugroho


