𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗼𝗯𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮
𝗨𝘀𝘁𝗮𝗱𝘇 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯
╚══꧁✿✿°°°°✿✿꧂ ══╝
𝗡𝗢 : 1⃣9⃣8⃣8⃣
𝗗𝗶𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝘂𝗺 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗚𝗿𝘂𝗽 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 | 𝗚𝗶𝗦
https://grupislamsunnah.com
𝗞𝘂𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗶𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝗶𝗸 : https://t.me/GiS_soaljawab
═══════゚・:✿:・゚═══════
𝗕𝗔𝗧𝗔𝗦 𝗪𝗔𝗞𝗧𝗨 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗗𝗭𝗜𝗞𝗜𝗥 𝗣𝗔𝗚𝗜, 𝗗𝗔𝗡 𝗦𝗛𝗢𝗟𝗔𝗧 𝗦𝗨𝗡𝗡𝗔𝗛 𝗙𝗔𝗝𝗔𝗥 𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗕𝗔𝗡𝗚𝗨𝗡 𝗞𝗘𝗦𝗜𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗦𝗛𝗢𝗟𝗔𝗧 𝗦𝗨𝗕𝗨𝗛
Nama : Lidiyati
Angkatan : T07
Grup : GIS T0714
Nama Admin : Cut Rika
Nama Musyrifah : Rini
Domisili : Pondok Betung, Tangerang Selatan
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه
Izin bertanya, Ustadz.
1. Apakah ada batasan jam dalam membaca dzikir pagi ?
Misalnya ana kesiangan sholat shubuh, kemudian sholat shubuh.
Tetapi tidak sempat dzikir pagi, karena ada aktifitas selanjutnya yang harus dikerjakan.
Apakah boleh dzikir pagi dibaca pada saat sholat dhuha?
2. Apabila ana kesiangan sholat shubuh, apakah masih boleh mengerjakan sholat sunatul fajr atau qobliyah shubuh sebelum mengerjakan sholat shubuh?
Mohon jawabannya, Ustadz.
جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.
𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
1. Batasan akhir membaca zikir pagi adalah sebelum terbit matahari, ini salah satu pendapat para ulama.
Dan sebagian lainnya berpendapat bahwa zikir pagi boleh dibaca sampai sebelum matahari tergelincir (sebelum waktu zhuhur).
Hanya saja yang afdhal adalah setelah shubuh dan sebelum terbit matahari. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullahu.
Tidak masalah baca zikir pagi di waktu dhuha.
Karena sebagian pendapat mengatakan zikir pagi berkahir pada akhir waktu dhuha (sebeluk zhuhur).
2. Boleh. Hal ini juga pernah dialami oleh sahabat dan Rasulullah pernah kesiangan bangun untuk sholat shubuh.
Lalu nabi dan para sahabat mengerjakan sholat sunnah fajar terlebih dahulu lalu sholat shubuh.
فقي صحيح البخاري ومسلم، والسنن، وعند أبي داود: ” فصلوا ركعتي الفجر، ثم صلوا الفجر” قال في عون المعبود: ( وفيه قضاء السنة الراتبة ). فالرسول الكريم صلى الله عليه وسلم أمر بالأذان ثم صلى الراتبة (سنة الفجر) ثم أمر بإقامة الصلاة بعد ذلك فصلى الفريضة”
Dalam Shahih Bukhari Muslim, kitab-kitab Sunan dan dalam riwayat Abi Dawud disebutkan :
“Lantas mereka melakukan shalat dua rakaat sunnah fajar baru setelah itu melakukan shalat Subuh.”
Dikatakan di dalam kitab Aunul Ma’bud;
“Di dalam riwayat ini terdapat pensyariatan qadha’ shalat sunnah rawatib.”
Jadi (saat kebablasan tidur tatkala safar dan tidak bangun melainkan setelah terbitnya matahari – ed), Nabi yang mulia shallallāhu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk adzan subuh, lalu shalat dua rakaat rawatib (shalat sunnah fajar), kemudian memerintahkan untuk iqomat, lalu shalat subuh.
والله تعالى أعلم بالصواب
Dijawab oleh :
Ustadz Mahatir Fathoni, S.Ag.
═══════ ゚・:✿:・゚ ═══════
𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗮𝗹 𝗔𝗰𝗰𝗼𝘂𝗻𝘁 𝗚𝗿𝘂𝗽 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 (𝗚𝗶𝗦)
WebsiteGIS:
https://grupislamsunnah.com
Fanpage: web.facebook.com/grupislamsunnah
Instagram: instagram.com/grupislamsunnah
WebsiteGBS: grupbelanjasunnah.com
Telegram: t.me/s/grupislamsunnah
Telegram Soal Jawab: https://t.me/GiS_soaljawab
YouTube: bit.ly/grupislamsunnah
SBUM : Sobat Bertanya Ustadz Menjawab
Berisi Pertanyaan dari Sobat Akhwat, tetapi untuk member yang boleh joint Umum
Supaya dapat bermanfaat untuk semua umat

