╔══꧁✿✿°°°°✿✿꧂══╗

𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗼𝗯𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮
𝗨𝘀𝘁𝗮𝗱𝘇 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯

╚══꧁✿✿°°°°✿✿꧂ ══╝

𝗡𝗢 : 1⃣9⃣8⃣6⃣

𝗗𝗶𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝘂𝗺 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗚𝗿𝘂𝗽 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 | 𝗚𝗶𝗦
https://grupislamsunnah.com

𝗞𝘂𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗶𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝗶𝗸 : https://t.me/GiS_soaljawab

═══════゚・:✿:・゚═══════

𝗞𝗘𝗧𝗜𝗞𝗔 𝗠𝗘𝗡𝗘𝗠𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗠𝗔𝗞𝗦𝗜𝗔𝗧𝗔𝗡

Nama: Fulanah
Angkatan: T. 05
Grup : 005
Nama Admin : Rima
Nama Musyrifah : Anita W
Domisili : Riau

𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Izin bertanya Ustadz.

Sebelumnya saya mempunyai tetangga, bisa dibilang akrab. Karena sekarang saya bekerja kebetulan 1 tempat dengan suami tetangga teman saya.

Dalam beberapa bulan, semua aman. Tetapi setelah ada seorang fulanah masuk, status janda. Kebetulan saya sering sekali memergoki mereka, seperti ada yang beda di antara mereka. Tetapi saya diam saja. Ternyata setelah beberapa hari, beberapa minggu, teman yang lain merasakan keanehan terhadap suami tetangga.

Kita tidak menuduh, tetapi dengan insiatif saya, saya selalu bilang ke tetangga saya agar berhati-hati.

Apakah saya salah sebagai tetangga ?

Karena mengingati hal seperti itu, apakah ini termasuk mencampuri urusan rumah tangga tetangga saya ?

Mohon jawabannya Ustadz.
Karena saya jadi selisih faham gara-gara sering memberitahu atau memberi nasehat kepada istri tetangga saya.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد.

Seharusnya saudari menesehati suaminya ketimbang istrinya. Karena istri memang tidak tahu bagaimana kelakuan suaminya ditempat kerjanya. Dan wajar apabila si istri memang tidak senang apabila anda memberi tahu langsung kepada dirinya. Karena dia berhusnuzon kepada suaminya. Sementara anda yang tahu hakikat suaminya, maka anda yang harus menesehati suaminya secara empat mata. Dan karena anda juga perempuan, maka tidak mungkin anda langsung menesehati suami tetangga anda, tapi anda bisa meminta tolong suami anda untuk memberikan nasehat dan masukan kepada suami tetangga anda.

Tentu ketika suami anda memberinya nasehat dengan cara yang lembut dan sopan,

{ فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ }

“Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah”
(QS. Thaha: 44).

Dan tidak menyudutkan serta melaknat dan bicara kotor dan bicara jorok.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

[ ليسَ المؤمنُ بالطَّعَّانِ ولا اللَّعَّانِ ولا الفاحِشِ ولا البذَيُّ ]

“Seorang Mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka bicara kotor dan suka bicara jorok.”
(HR. Tirmidzi no.1977, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 320).

Dan mengingatkan tentang apa yang dilakukannya adalah perbuatan yang haram dan telah melakukan maksiat kepada Allah. Jadi anda dan suami anda hanya diwajibkan untuk mengingatkan suami tetangga anda, perkara dia menerima atau tidak maka itu buka urusan anda dan suami.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

[ من رأى منكم منكرا فليغيره بيده . فإن لم يستطع فبلسانه . فإن لم يستطع فبقلبه .وذلك أضعف الإيمان ]

“Barang siapa yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
(HR. Muslim 49).

والله تعالى أعلم بالصواب.

Dijawab oleh : Ustadz Mahatir Fathoni, S.Ag.

═══════ ゚・:✿:・゚ ═══════
𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗮𝗹 𝗔𝗰𝗰𝗼𝘂𝗻𝘁 𝗚𝗿𝘂𝗽 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 (𝗚𝗶𝗦)⁣⁣

SBUM : Sobat Bertanya Ustadz Menjawab
Berisi Pertanyaan dari Sobat Akhwat, tetapi untuk member yang boleh joint Umum
Supaya dapat bermanfaat untuk semua umat

View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link