╔══꧁✿✿°°°°✿✿꧂══╗

𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗼𝗯𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮
𝗨𝘀𝘁𝗮𝗱𝘇 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝘄𝗮𝗯

╚══꧁✿✿°°°°✿✿꧂ ══╝

𝗡𝗢 : 1⃣9⃣5⃣6⃣

𝗗𝗶𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝘂𝗺 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗚𝗿𝘂𝗽 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 | 𝗚𝗶𝗦
https://grupislamsunnah.com

𝗞𝘂𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗦𝗕𝗨𝗠
𝗦𝗶𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝗶𝗸 : https://t.me/GiS_soaljawab

═══════゚・:✿:・゚═══════

𝗕𝗔𝗜𝗞 𝗕𝗨𝗥𝗨𝗞𝗡𝗬𝗔 𝗦𝗘𝗦𝗘𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗗𝗜𝗨𝗞𝗨𝗥 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗠𝗔𝗨 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗘𝗥𝗜 𝗡𝗔𝗦𝗘𝗛𝗔𝗧 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗠𝗔𝗨 𝗠𝗘𝗡𝗘𝗥𝗜𝗠𝗔 𝗡𝗔𝗦𝗘𝗛𝗔𝗧

Nama: Indah Ummu Fatihah
Angkatan: T. 07
Grup : 012
Nama Admin : Umma Mala dan Umma Yessy
Nama Musyrifah : Umma Niken
Domisili : Mijen Semarang-Jawa Tengah Indonesia

𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan izin bertanya Ustadz.

Ana mempunyai teman SMP, beliau perempuan. Tetapi beliau bekerja di dunia malam, misalnya diskotik dan di tubuh beliau ada beberapa tato. Beliau sering sekali bercerita kepada ana tentang agama dan ingin berhijrah ke jalan yang lurus.

Ana menasehati sedikit demi sedikit, sesuai dengan kemampuan ilmu ana. Beliau mau berubah, namun berubahnya tidak 100%. Beliau masih setengah-setengah, masih suka minum minuman keras dan suka menemani pria berhidung belang, misalnya om-om atau mas-mas seperti itu di tempat kerjanya.

Ana pikir dengan ana memberikan nasihat, teman ana ini yakin benar-benar mau bertaubat. Tetapi ternyata dugaan ana salah Ustadz. Sampai ana bertanya kepada suami, suami menyuruh untuk membiarkan. Sebab hidayahnya belum masuk sampai ke hatinya. Jadi wajar saja jika imannya masih naik turun.

Jujur Ustadz, hati ana menangis dan teriris melihat kejadian ini.

Ana harus bagaimana Ustadz ?

Apakah ana tetap menasehati teman ana ini atau dibiarkan saja ?

Soalnya beliau kalau diberitahu, suka masuk telinga kanan keluar telinga kiri begitu Ustadz.

Mohon penjelasannya Ustadz.

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯𝗮𝗻

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد.

Agama Islam adalah agama nasihat dan baik buruknya seseorang diukur dari mau memberi nasihat atau mau menerima nasihat.

Sebuah nasihat itu tidak berguna kecuali bagi orang-orang yang masih memiliki iman. Allah Ta’ala berfirman:

{ وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ }

“Berilah peringatan! Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”
(QS. Adz Dzariyat: 55).

Nasehat itu hanya bermanfaat bagi orang-orang yang takut kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

{ فَذَكِّرْ إِن نَّفَعَتِ الذِّكْرَىٰ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخْشَىٰ وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى }

“Berilah peringatan jika memang peringatan itu bermanfaat. Sehingga dengan peringatan itu, orang-orang yang takut kepada Allah akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka akan menjauh”
(QS. Al-A’laa: 9-11).

Orang orang yg lemah iman karena mendahulukan sahwatnya, mereka akan menolak nasihat dan menjauh dari nasihat dan merekalah orang yang celaka dan dimurkai Allah Ta’ala. Dan segala bentuk ucapan menolak nasehat adalah ucapan yang paling dimurkai Allah Ta’ala.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

[ إن أبغض الكلام إلى الله أن يقول الرجل للرجل: اتق الله، فيقول: عليك بنفسك ]

”Sesungguhnya kalimat yang paling dibenci oleh Allah adalah jika seseorang menasehati temannya, ’bertaqwalah kepada Allah’, lalu ia menjawab: ’urus saja dirimu sendiri”
(HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 1/359, dishahihkan al-Albani dalam as-Shahihah, no. 2598).

Dan jika nasehat yang disampaikan adalah kebenaran yang dilandasi oleh Al Qur’an dan As Sunnah, kemudian ditolak, ini sangat berbahaya. Dikhawatirkan ia tidak sekedar menolak nasehat, namun juga menolak dan berpaling dari Al Qur’an dan As Sunnah yang disampaikan tersebut. Dan ini adalah kekufuran, wal ‘iyyadzubillah. Allah ta’ala berfirman:

{ وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنْذِرُوا مُعْرِضُونَ }

SBUM : Sobat Bertanya Ustadz Menjawab
Berisi Pertanyaan dari Sobat Akhwat, tetapi untuk member yang boleh joint Umum
Supaya dapat bermanfaat untuk semua umat

View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link