Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة) …

Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)

Halaqah 16 : Bantahan Kepada Orang-orang yang Mengingkari Yaumul Ba’ats
Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA Hafidzahullah

Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis

*BANTAHAN TERHADAP ORANG-ORANG YANG MENGINGKARI YAUMUL BA’ATS*

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد

Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.

In syā Allāh kita kembali melanjutkan pembahasan dari Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.

Dan in syā Allāh kita masuk pada pembahasan:

︎ Bantahan terhadap orang-orang yang mengingkari yaumul ba’ats

Sebagian manusia mereka mengingkari adanya yaumul ba’ats, di antaranya orang-orang kafir. Sebagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebutan dalam sebuah ayat, di dalam surat At-Taghābun ayat 7.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن لَّن يُبۡعَثُواْۚ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبۡعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلۡتُمۡۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ

_”Orang-orang kafir menyangka bahwasanya mereka tidak akan dibangkitkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Sehingga di dunia mereka hidup semuanya, hidup sesuai dengan selera hawa nafsunya (nafsu kebinatangan mereka)_

Akan tetapi Allāh menegaskan:

قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبۡعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلۡتُمۡۚ

_Katakan ya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam: “Bahkan Allāh, Rabb-ku pasti kalian akan benar-benar dibangkitkan Allāh, lalu akan dikabarkan semua amalan-amal kalian_

وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ

_Dan pembangkitan manusia setelah kematiannya adalah perkara yang sangat mudah bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._

Kemudian beliau membawakan bukti-bukti atau contoh sebagai bukti bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla betul-betul menjelaskan tentang pasti akan terjadi yaumul ba’ats. Baik itu contoh yang berkaitan dengan kehidupan (masih) di dunia, maupun yang berkaitan dengan kehidupan di akhirat (kelak).

*Contoh di antaranya adalah:*

⑴ Kisah yang Allāh muat yang berkaitan dengan kisah kaum nabi Musa alayhissallām.

Kaum nabiyullāh Musa pernah berkeinginan untuk melihat Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Mereka mengatakan:

لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهْرَةًۭ

_’Kami tidak akan beriman kepadamu wahai Musa, sampai kami melihat Allāh dengan jelas (mata telanjang).”_

(QS. Al-Baqarah: 55)

Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla tampakkan kepada mereka dan mereka pun mati semua, kemudian Allāh hidupkan mereka kembali.

Sebagaimana Allāh sebutkan di dalam ayat tentang hal ini.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِذۡ قُلۡتُمۡ يَٰمُوسَىٰ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهۡرَةٗ فَأَخَذَتۡكُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَأَنتُمۡ تَنظُرُونَ ۞ ثُمَّ بَعَثۡنَٰكُم مِّنۢ بَعۡدِ مَوۡتِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

_Ketika kalian mengatakan kepada Musa, “Wahai Musa, Kami tidak akan beriman kepada engkau, sampai kami melihat Allāh dengan terang benderang (jelas),” maka Allāh timpakan kepada mereka petir (ٱلصَّٰعِقَةُ) yang membuat mereka mati semua_

Dan mereka melihat hal itu, kemudian Allāh timpakan petir yang membuat mereka mati semuanya.

ثُمَّ بَعَثۡنَٰكُم مِّنۢ بَعۡدِ مَوۡتِكُمۡ

_Kemudian setelah kalian mati, Allāh bangkitkan kembali kalian dari kematian_

لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

_Semoga kalian mau bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”_

(QS. Al-Baqarah: 55-56)

Ini adalah peristiwa yang disaksikan oleh kaum nabiyullāh Musa, bagaimana Allāh mematikan mereka (manusia) lalu Allāh menghidupkan kembali.

⑵ Kisah pembunuhan yang terjadi pada zaman nabiyullāh Musa, ada seorang yang terbunuh lalu mereka saling menuduh, siapa pembunuh orang tersebut.


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link