Halaqah 14 : Buah Iman kepada Rasul dan Bantahan bagi yang Mengingkarinya
Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA Hafidzahullah
Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
*BUAH IMAN KEPADA RASUL DAN BANTAHAN BAGI YANG MENGINGKARINYA*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد
Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.
In syā Allāh kita melanjutkan pembahasan dari Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.
Dan kita In syā Allāh masuk pada pembahasan, beriman Kepada Rasul dan kita sampai pada pembahasan beberapa kriteria rasul yang kita sebutkan.
Beriman kepada rasul, meliputi empat perkara yang wajib kita imani, yaitu:
الإيمان بأن رسالتهم حق من الله تعالى
⑴ Beriman bahwa risalah para rasul haq (benar-benar) datang dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Sehingga barangsiapa yang dia mengingkari satu risalah maka sama dengan mengingkari semuanya.
Mengingkari satu rasul sama dengan mengingkari semuanya, karena semua rasul datang dari Allāh, membawa risalah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan para rasul saling membenarkan satu dengan yang lain. Sehingga mendustakan satu rasul sama dengan mendustakan rasul-rasul yang lain.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla ketika mensifati kaumnya nabiyullāh Nuh.
Allāh mengungkapkan dengan kalimat :
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ ٱلْمُرْسَلِينَ
_”Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.”_
(QS. Asy-Syu’ara: 105)
Kaumnya Nuh telah mendustakan ٱلْمُرْسَلِينَ (para utusan) yang didustakan oleh kaumnya Nuh, sesungguhnya satu yaitu nabiyullāh Nuh.
Tetapi Allāh bahasakan dengan ungkapan, “Kaumnya Nuh telah mendustakan semua para utusan”, sehingga Allāh jadikan pendustaan mereka kepada seorang rasul sama dengan pendustaan kepada semua para rasul yang lainnya.
Demikian pula orang yang mereka merasa mengimani nabiyullāh Isa alayhishshalātu wa salām, tetapi tidak mengimani Rasūlullāh Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Maka mereka dianggap telah mendustakan semua para rasul yang lainnya. Ini yang pertama.
الإيمان بمن علمنا اسمه منهم باسمه
⑵ Mengimani rasul-rasul yang namanya disebutkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla
Seperti rincian nama; Muhammad, Ibrahim, Musa, Isa, Nuh alayhishshalātu wassalām, ini semua nama-nama rasul dan masuk pada kelompok ulul azmi. Dan nama-nama ini wajib kita imani, karena Allāh telah menyebutkan sendiri berkaitan dengan nama-nama tersebut.
Sebagaimana disebutkan di dalam ayat, Allāh katakan:
وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مِيثَـٰقَهُمْ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍۢ وَإِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَـٰقًا غَلِيظًۭا
_”Dan ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.”_
(QS. Al-Ahzab: 7)
Allāh mengambil dari mereka perjanjian dan Allāh sebutkan namanya (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad).
Demikian pula Allāh sebutkan di dalam ayat yang lain, nama-nama tersebut. Sehingga apa yang Allāh sebutkan tentang namanya wajib kita imani.
Adapun apabila kita tidak mengetahui namanya, sedangkan jumlah rasul itu banyak, ada nama yang Allāh sebutkan dan ada yang tidak Allāh sebutkan namanya. Yang Allāh sebutkan namanya wajib kita imani secara terperinci sesuai dengan nama-nama yang Allāh sebutkan.
Adapun rasul yang tidak disebutkan namanya, maka kita mengimaninya dengan اِجْمَالاً (secara global)
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًۭا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ
_”Sungguh telah Kami utus beberapa rasul sebelumnya engkau ya Muhammad, sebagian dari mereka (utusan) ada yang Kami ceritakan kepadamu dan sebagian lagi tidak Kami ceritakan kepadamu.”_
(QS. Ghāfir: 78)
