Pembaca yang dimuliakan Allahﷻ
Ada satu ayat yang menerangkan inti dari seluruh ajaran para nabi, yang menjadi ruh dari semua amal ibadah kita. Allah ta‘ala berfirman,
﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ﴾
“Padahal mereka hanya diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas menaati-Nya, dalam keadaan lurus (hanif).”
( Q.S. Al-Bayyinah: 5)
Ayat ini sangat jelas. Kita tidak diperintahkan untuk sekadar beribadah. Tapi beribadah dengan ikhlas, memurnikan semua ketaatan hanya untuk Allah.
Bukan karena ingin dilihat taat, bukan karena ingin dipuji, bukan karena tuntutan sosial. Tapi karena cinta, karena tunduk, karena tahu bahwa hanya Allah yang pantas disembah.
مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
“beribadah kepada Allah dengan ikhlas menaati-Nya”
Ayat yang agung ini sejatinya menuntut banyak hal yang harus kita periksa dari amalan kita.
– Untuk siapa kita menunaikan shalat?
– Untuk siapa kita bersedekah?
– Untuk siapa kita menghafal Al-Qur’an, menghadiri kajian, memakai pakaian yang syar’i?
– Apakah semua itu benar-benar hanya untuk mendapat ridha Allah? atau karena ingin dilihat sebagai “orang baik”?
Perlu juga kita tanyakan:
– Pernahkah ada perasaan kecewa saat tidak ada yang tahu bahwa kita sudah banyak membantu?
– Atau merasa kesal karena tidak dipuji setelah menolong?
Jika jawabannya iya, maka ini perlu diwaspadai, sebab bisa jadi ada yang salah dengan niat kita.
Bisa jadi selama ini kita tidak sedang sungguh-sungguh ingin dekat kepada Allah, tapi hanya sedang membangun citra di mata manusia. Wal ‘iyaadzu billah.
Saudaraku, baarakallahu fiikum.
Kita perlu menanamkan dalam hati kita bahwa: Allah tidak perlu kepada ibadah kita, melainkan kita yang perlu kepada-Nya agar menerima ibadah kita.
Dan amal yang diterima hanyalah amal yang ikhlas.
﴿وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ﴾
“Padahal mereka hanya diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas menaati-Nya, dalam keadaan lurus (hanif).” ( Q.S. Al-Bayyinah: 5)
Semoga Allah menjaga hati kita dari riya, sum’ah, dan ujub. Semoga Allah menerima semua ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang ikhlas sampai akhir hayat.
— Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi
Serial Kultum dari Kitab Riyadhus Shalihin (Bab 1 / 1)
* Mari saudara muslim yang dermawan.. Sisihkan sedikit dari rezeki Anda untuk mendukung operasional DAKWAH dalam menyebarkan kebaikan dengan ta’awun dan infak melalui rekening berikut ini:*
| Bank Syariah Indonesia
| Kode Bank [451]
| No. Rekening : 1184242374
| a.n : APENDI
| Konfirmasi : wa.me/+6282280288925
Kami mengucapkan terima kasih dan Jazaakumullahu Khairan atas donasi dan infak yang telah diberikan oleh para Donatur/Muhsinin. “Barakallahu fii Maalikum Wa ahliikum”
Chanel Telegram: https://t.me/ilmusyar1
•┈◎❅❀❦ *BIS* ❦❀❅◎┈•

