_Tidaklah seorangpun dari kalangan umat ini mendengar kerasulan-Ku baik itu Yahu…

_Tidaklah seorangpun dari kalangan umat ini mendengar kerasulan-Ku baik itu Yahudi atau Nashrani._

ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ

_Kemudian dia mati dalam keadaan dia tidak beriman kepada risalah yang aku bawa._

إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّار

_Kecuali pasti dia akan menjadi penghuni neraka.”_

(HR. Muslim: 153)

Dan mengimani Islām artinya membenarkan seluruh apa yang dibawa oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, membenarkan semua apa yang datang dalam Islām, dengan penerimaan, kelapangan dada, dan ketunduk patuhan. Tidak sekedar membenarkan tanpa adanya ketunduk patuhan terhadap isi kandungan ajarannya.

Oleh karena itu, walaupun Abu Thālib membenarkan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, membenarkan agama yang Beliau bawa tapi karena Abu Thālib tidak mengucapkan syahadat dan tidak tunduk patuh dengan kandungan ajaran Islām, maka Abu Thālib dikatakan kafir walaupun hatinya membenarkan ajaran Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Kemudian diantara karakter Ad Dīnul Islām, bahwa Islām ini adalah:

صالحا لكل زمان

_Islām ini layak (akan bagus) untuk seluruh waktu._

Islām ini layak untuk seluruh waktu dan tempat, karena Allāh menjadikan risalah ini, risalah penutup (akhir risalah).

Dulu Allāh menjadikan risalah para nabi hanya untuk kaumnya semata, tetapi risalah Islām adalah risalah akhir zaman. Sampai hari kiamat kelak, Allāh tidak akan menurunkan lagi risalah. Maka risalah ini sangat istimewa.

صالحا لكل زمانو مكان و أمة

_Risalah ini akan cocok disegala waktu, di semua tempat dan di segenap umat manapun._

Inilah yang disebutkan oleh Allāh di dalam banyak ayat tentang isi kandungan risalah tersebut.

Yang dimaksud bahwa risalah ini adalah: صالحا لكل زمانو مكان و أمة , risalah ini cocok untuk setiap zaman, tempat dan umat.

Barangsiapa yang berpegang teguh dengan risalah ini dengan cara yang benar maka akan menghasilkan kebaikan dan kebaikan, tidak akan muncul keburukan dengan menjalankan agama ini.

Agama ini akan cocok disepanjang waktu disegala tempat dan di setiap umat yang melaksanakannya. Hanya akan menghasilkan kebaikan dan kebaikan.

Bukan maknanya cocok disegala tempat itu Islām tunduk kepada perkembangan zaman sehingga mereka dengan bebas mengubah-ubah ajaran Islām, sebagaimana pemikiran sebagian orang. Sehingga justru mereka banyak melakukan perubahan-
perubahan tentang Islām bahkan sebagian mereka mengingkari ini. Ini bukan seperti itu sifatnya.

Tapi siapapun yang mereka melaksanakan ajaran agama ini, maka hasilnya akan baik dan cocok di seluruh tempat, waktu dan umat.

Demikian pula bahwa Islām adalah agama yang haq. Barangsiapa yang berpegang teguh dengan agama ini dengan sebenar-benarnya dalam memegang agama ini. Allāh akan menolongnya dan Allāh akan mengunggulkan di atas seluruh agama yang lainnya.

Allāh menjanjikan kemenangan bagi agama ini yang Allāh di antaranya katakan:

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

_”Dialah (Allāh) yang telah mengutus para rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang haq untuk diunggulkan di atas seluruh agama, walaupun orang-orang musyrik membenci.”_

(QS. At Taubah: 33)

Allāh juga menjanjikan kekhilafahan, kemudian keamanan dan kemudian menjanjikan kekokohan agama ini sebagaimana dalam surat An Nur dalam ayat 55. Dan agama ini adalah agama yang mencakup aqīdah dan juga syari’ah yang sempurna dalam perkara aqīdah dan syariatnya itu.

√ Islām memerintahkan tauhīd dan melarang syirik.
√ Islām memerintahkan jujur dan melarang dusta.
√ Islām memerintahkan adil dan melarang berbuat zhalim.
√ Islām memerintahkan amanah dan melarang khianat.
√ Islām memerintahkan memenuhi janji dan melarang ingkar janji.
√ Islām memerintahkan birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua) dan melarang durhaka kepada orang tua.
√ Islām memerintahkan silaturahim kepada para kerabat dan melarang memutuskan silaturahim.
√ Islām memerintahkan berbuat baik kepada tetangga dan melarang berbuat buruk.


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link