HUKUM SHOLAT TARAWIH DUA SESIبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Rasulullah s…

HUKUM SHOLAT TARAWIH DUA SESI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Sholat malam itu dua raka’at, dua raka’at, maka apabila seorang dari kalian khawatir masuknya waktu Shubuh hendaklah sholat satu raka’at sebagai witir untuk menutup sholat yang telah ia kerjakan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma]

Hadits yang mulia ini menunjukkan bolehnya sholat malam tanpa batasan, sampai apabila mendekati waktu Shubuh hendaklah ditutup dengan witir satu raka’at, karena apabila tiga raka’at atau lebih, waktunya tidak mencukupi.

Oleh karena itu, dibolehkan insya Allah melakukan sholat malam dua sesi atau lebih, karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tidak membatasi jumlah raka’at sholat malam.

Bahkan telah dinukil ijma’ oleh sebagian ulama bahwa tidak ada batasan jumlah raka’at sholat malam. [Lihat Syarhu Fadhli Shiyaami Ramadhan wa Qiyaamihi lil ‘Ushoimi hafizhahullah, hal. 56]

Terutama di 10 malam terakhir Ramadhan, sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Disebutkan dalam fatwa Kumpulan Ulama Besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah,

لا بأس أن يزيد في عدد الركعات في العشر الأواخر عن عددها في العشرين الأول ويقسمها إلى قسمين : قسما يصليه في أول الليل ويخففه على أنه تراويح كما في العشرين الأول ، وقسما يصليه في آخر الليل ويطيله على أنه تهجد ، فقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يجتهد في العشر الأواخر ما لا يجتهد في غيرها

“Tidak mengapa seseorang menambah jumlah raka’at di sepuluh hari terakhir melebihi dua puluh hari pertama, dan boleh ia membagi menjadi dua sesi:

Pertama, ia sholat di awal malam dan ia ringankan sholatnya sebagai tarawih sebagaimana pada dua puluh hari pertama.

Kedua, ia sholat di akhir malam dan ia panjangkan sholatnya sebagai tahajjud.

Karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersungguh-sungguh ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan melebihi hari-hari yang lain.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 6/83 no. 19854]

Namun dengan syarat, apabila telah melakukan sholat witir di sesi pertama maka tidak lagi melakukan sholat witir lagi di sesi yang kedua.

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

“Tidak boleh melakukan dua kali sholat witir dalam satu malam.” [HR. Abu Daud dari Thalq bin Ali radhiyalahu’anhu, Shahih Abi Daud: 1293]

Maka apabila imam telah salam setelah witir di sesi kedua, hendaklah jama’ah yang telah sholat witir di sesi pertama jangan ikut salam, melainkan menambah satu raka’at lagi kemudian salam, agar tidak menjadi witir.

Sumber: Buku Fikih Ringkas Sholat Tarawih
Link Download: https://t.me/taawundakwah/9147

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

═══ ❁✿❁ ═══

WA GROUP KAJIAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah

Ketik: Daftar
Kirim ke Salah Satu Admin:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
wa.me/628119193411

TELEGRAM
t.me/taawundakwah
t.me/sofyanruray
t.me/kajian_assunnah
t.me/videokitabtauhid
t.me/kaidahtauhid
t.me/akhlak_muslim

Website dan Medsos:
sofyanruray.info
taawundakwah.com
twitter.com/sofyanruray
facebook.com/sofyanruray.info
instagram.com/sofyanruray.info
youtube.com/c/kajiansofyanruray

#Yuk_share. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim]


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link