Aku tidak mampu menggambarkan sosoknya kepada kalian.
Perkataan lembutnya telah mengetuk hatiku yang mati hingga bangkit kembali.
Ia berkata, ‘Nyonya, saya datang untuk menyampaikan bahwa : Allah Ta’ala sangat menyayangi dan memperhatikan nyonya,’ lalu dia memberikan buku ini kepadaku.
“De Weg Naar De Hemel”
(Jalan Menuju Surga)
Anak kecil itu datang kepadaku secara tiba-tiba, dan menghilang dibalik guyuran hujan.
“Hari itu juga secara tiba-tiba setelah menutup pintu, aku langsung membaca buku dari anak kecilku itu sampai selesai.”
“Seketika, kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.”
“Sekarang, lihatlah aku. diriku sangat bahagia, karena aku telah mengenal Tuhan-ku yang sesungguhnya.”
“Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterima kasih kepada kalian yang telah mengirimkan mutiara kecilku pada waktu yang tepat, hingga aku terbebas dari kekalnya api Neraka.”
Air mata semua orang mengalir tanpa terbendung di masjid bergemuruh dengan pekikan takbir,
“Allahu Akbar.”
Sang imam (ayah dari anak itu) beranjak menuju tempat dimana mutiara kecil itu duduk, dan memeluknya erat, di hadapan para jama’ah.
Sungguh mengharukan. Mungkin tidak ada seorang ayahpun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.
Judul asli :
قصة رائعة جدا ومعبرة ومؤثرة
“DE WEG NAAR DE HEMEL”
Penerjemah:
Shiddiq Al-Banjow
jazakullahu khairan wa waffaqahu
Barakallahu fiikum ____
~~~~
https://t.me/Berbagi_Kebaikan
BerbagiKebaikanBerbagi info peluang amal sholih dan ketaatan… Untuk bekal kita menghadapi Yaumul Mizan…
