Hukum Memakai Susuk Apakah Termasuk Syirik?

Hukum Memakai Susuk Apakah Termasuk Syirik?

52 mins yang lalu
Hukum Memakai Susuk Apakah Termasuk Syirik?

Hukum Memakai Susuk Apakah Termasuk Syirik?

Hukum Memakai Susuk

Memakai susuk untuk kecantikan, daya tarik, atau kharisma hukumnya haram dan termasuk syirik, karena susuk adalah bentuk jimat (tamā’im) yang diyakini bisa memberi manfaat. Padahal, manfaat dan mudharat hanya berada di tangan Allah, bukan pada benda atau media tertentu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya mantera-mantera, jimat-jimat, dan pelet adalah syirik.” (HR. Abu Daud no. 3883, Ibnu Majah no. 3530, dinyatakan shahih oleh al-Albani)

Maka Susuk masuk dalam kategori tamā’im (jimat), dan ulama sepakat bahwa jimat adalah bentuk kesyirikan. Bahkan jika seseorang tidak mempercayainya, tetapi tetap memakainya, maka ia tetap melakukan perbuatan haram karena meniru kebiasaan syirik dan membuka pintu menuju kesyirikan.

Allah Ta‘ala berfirman:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِاللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

“Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan (Allah).” (QS. Yusuf: 106)

Bagaimana Jika Sudah Terlanjur Memakai Susuk?

Jika seseorang sudah terlanjur memakai susuk, maka ia wajib segera mengambil langkah berikut:

1. Segera Bertaubat Nasuha

Taubat harus dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, meliputi:

  • Menyesali perbuatan tersebut.
  • Meninggalkannya dan tidak mengulanginya lagi.
  • Memohon ampun kepada Allah dengan istighfar.
  • Bertekad kuat untuk tidak kembali kepada perbuatan itu.

Allah Ta‘ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

2. Cabut dan Hilangkan Susuk

Jika susuk berupa benda fisik yang ditanam di tubuh, sebaiknya dicabut. Namun jika tidak memungkinkan karena alasan medis, maka cukup dengan taubat dan melepaskan keyakinan batil terhadap susuk tersebut.

Keyakinan batil adalah inti kesyirikan, bukan hanya benda fisiknya.

3. Perbaiki Tauhid dan Amalan

  • Perbanyak dzikir, istighfar, dan amal shalih.
  • Pelajari kembali makna tauhid dan jauhi segala bentuk syirik.
  • Perbanyak doa agar Allah menjaga dari kemaksiatan serupa.

Allah Ta‘ala berfirman:

فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّـٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِاللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ

“Barangsiapa yang kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang kepada tali yang kokoh.” (QS. Al-Baqarah: 256)

4. Tidak Cukup Hanya Istighfar

Taubat tidak cukup dengan ucapan istighfar semata, tetapi harus diiringi dengan kesungguhan hati, amal shalih, dan pemutusan hubungan dengan perbuatan syirik tersebut.

Nasehat Penutup

Jodoh adalah bagian dari takdir Allah. Ia tidak akan salah alamat dan tidak akan luput dari seseorang. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir seluruh makhluk lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653. dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash)

Dan beliau ﷺ juga bersabda:

أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ

“Apa yang ditakdirkan menimpamu, tidak akan meleset darimu. Dan apa yang ditakdirkan luput darimu, tidak akan pernah menimpamu.” (HR. Abu Daud no. 4699, dishahihkan oleh al-Albani)

Maka untuk apa menggunakan susuk, pelet, atau cara-cara mistis demi mendapatkan jodoh? Itu justru tanda lemahnya iman kepada takdir Allah.

Tugas kita hanyalah berikhtiar dengan cara yang halal, lalu bertawakal kepada Allah.

Iman kepada takdir adalah pondasi utama dalam hidup. Ia akan menumbuhkan keridhoan terhadap segala keadaan. 

Kesimpulan

  • Susuk termasuk syirik, karena menggantungkan diri kepada selain Allah.
  • Wajib bertaubat nasuha, mencabut susuk jika memungkinkan, dan meluruskan keyakinan.
  • Allah Maha Pengampun, bagi siapa saja yang bertaubat sebelum ajal datang.

Wallāhu a‘lam.
Semoga Allah menerima taubat kita, menjaga tauhid kita, dan meneguhkan kita di atas sunnah.

بارك الله فيكم

 

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link