Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)…

Kitāb Syarhu Ushul Iman Nubdzah Fīl ‘Aqīdah (شرح أصول الإيمان نبذة في العقيدة)

Halaqah 02 : Definisi Agama Islām Bagian Kedua
Pemateri: Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA Hafidzahullah
Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis

*DEFINISI AGAMA ISLĀM BAGIAN KEDUA*

بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد

Sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.

Berjumpa lagi dalam silsilah kajian Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.

Setelah beliau menyampaikan muqaddimahnya maka beliau memasuki pembahasan yang pertama.

Beliau ingin menjelaskan tentang:

︎ AGAMA ISLĀM (الدين الإسلامي).

Apa yang harus kita mengerti tentang poin-poin penting yang berkaitan dengan agama Islām ini. Karena jangan sampai seorang muslim tetapi tidak tahu hakikat ajaran agamanya.

Yang pertama beliau menegaskan bahwa agama Islām adalah :

الدين الذي بعث الله به محمدا ﷺ

_Islām adalah agama yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengutus Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dengan agama itu._

Dan agama ini Allāh jadikan sebagai penutup seluruh agama-agama yang pernah Allāh turunkan kepada para nabi dan rasul sebelumnya.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyempurnakan Islām ini untuk para hamba-Nya, sehingga sempurnalah nikmat Allāh. Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla hanya ridha dengan agama yang Allāh turunkan yaitu Islām.

Dan Allāh tidak akan menerima agama apapun yang dibawa oleh seseorang selain Islām. Itulah diantara yang diungkapkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam beberapa ayat Allāh Ta’āla, bahwa Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah adalah penutup para rasul.

وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ

_”Muhammad itu tidak lain adalah utusan dan penutup para nabi.”_

(QS. Al Ahzab: 40)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ

_”Dan Aku telah sempurnakan hari ini untuk kalian agama kalian._

وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى

_Dan Aku telah cukupkan untuk kalian nikmat-Ku ini._

وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا ۚ

_Dan Aku ridha Islām sebagai agama kalian.”_

(QS. Al Māidah: 3)

Dan Allāh tidak menerima agama kecuali hanya Islām, karena Allāh hanya memiliki satu agama yaitu agama Islām.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ

_”Sesungguhnya agama yang ada di sisi Allāh hanyalah Islām.”_

(QS. Āli Imrān: 19)

Dan barangsiapa mencari selain Islām sebagai agama maka tidak akan diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

_”Barangsiapa mencari agama selain agama Islām, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”_

(QS. Āli Imrān: 85)

Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta’āla mewajibkan seluruh manusia untuk beragama dengan agama Islām ini.

Sehingga seruannya adalah:

قُلْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

_Katakanlah, “Wahai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allāh untuk kalian semua.”_

(QS. Al Arāf: 158)

Artinya, agama ini wajib untuk diimani oleh setiap manusia yang bertemu dengan masa kerasulan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Apabila seseorang bertemu dengan masa kerasulan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam walaupun mereka sebelumnya merasa beriman kepada Nabiyullāh Musa atau Nabiyullāh Isa lalu tidak beriman kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka mereka dikatakan kafir dan diancam sebagai penghuni neraka dan kekal di dalamnya.

Nabi kita bersabda di dalam hadīts shahīh di dalam Shahīh Muslim, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu.

Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ

_”Demi Allāh yang jiwa Muhammad ada di tangannya._

لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ


View Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link