Boleh jadi mereka mempunyai saham ternyata, ternyata mereka tidak mempunyai saham pula.
Boleh jadi mereka mempunyai jasa kepada Allāh ternyata, mereka tidak mempunyai jasa kepada Allāh.
Boleh jadi mereka bisa memberikan syafa’at disisi Allāh ternyata mereka juga tidak bisa memberikan syafaat disisi Allāh.
Sehingga tidak ada alasan sedikitpun yang membenarkan mereka menyekutukan Allāh Ta’āla.
⑵ Orang-orang musyrikin mengakui tentang Allāh Ta’āla.
Bagaimana mereka mengakui Allāh sang pencipta, Allāh memberi rezeki dan seterusnya (seperti yang telah kita baca di atas) lalu mereka menyembah selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla? Ini tentu tidak logis.
Inilah beberapa penjelasan singkat bahwa hanya Allāh-lah yang layak untuk disembah karena Allāh sang pemilik Rububiyyah dan Allāh sang pemilik kesempurnaan sifat. Sedangkan mereka semua (yang mereka sembah) tidak memiliki Rububiyyah, tidak memiliki kesempurnaan sifat.
Oleh karena itu ketika Allāh menyuruh mereka mentauhīdkan Allāh pasti Allāh memberikan alasan, bahwa Allāh pemilik Rububiyyah, Allāh pemilik kesempurnaan sifat.
Ketika Allāh membatalkan, membathilkan, rusaknya yang mereka sembah selain Allāh, pasti Allāh jelaskan mereka tidak mempunyai Rububiyyah dan tidak mempunyai kesempurnaan sifat.
Semoga bermanfaat.
و صلى الله عليه وسلم الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
____
