⇒ Dikenalkan kepada mereka tentang siapa Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Berkata nabiyullāh Hud alayhishshalātu wassalām:
أَتُجَـٰدِلُونَنِى فِىٓ أَسْمَآءٍۢ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍۢ
_”Apakah kalian membantah aku tentang nama-nama sesembahan kalian yang kalian dan bapak kalian namai sendiri dan Allāh tidak pernah menurun dalīl tentang sebenarnya yang kalian sembah, selain Allāh tersebut.”_
(QS. Al-A’rāf: 71)
Apakah kalian membantah kepadaku tentang benarnya Allāh dan tentang bathilnya apa yang kalian sembah selain Allāh?
Kemudian nabiyullāh Yusuf ketika mendakwahi temannya di penjara.
Beliau mengatakan:
ءَأَرْبَابٌۭ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ ۞ مَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسۡمَآءٗ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ
_”Apakah Rabb-Rabb (sesembahan-sesembahan) yang bermacam-macam itu ataukah Allāh Subhānahu wa Ta’āla Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, yang lebih baik?”_
Tentu yang lebih baik adalah yang tunggal Yang Maha Perkasa, sehingga orang-orang yang menyembahnya jelas.
مَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسۡمَآءٗ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم
_”Tidaklah yang kalian sembah selain Allāh, kecuali hanya nama-nama yang kalian dan bapak kalian namai sendiri, yang Allāh tidak pernah menurunkan dalīlnya sama sekali.”_
(QS. Yusuf: 39-40)
Inilah ucapan nabiyullāh alayhishshalātu wassalām yang mengajak untuk menyembah Allāh dan meninggalkan sesembahan selain Allāh Ta’āla.
Yang secara global semua nabi dan rasul mengucapkan kalimat yang sama,
أعبدوا الله مالكم من إله غيره
_”Sembahlah Allāh, tidak ada sesembahan yang haq kecuali hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”_
Para pemirsa yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Allāh membatalkan sesembahan mereka dari dua sisi. Bathilnya yang mereka sembah dari dua sisi.
⑴ Bahwa mereka tidak memiliki sifat-sifat Uluhiyyah, tidak memiliki keistimewaan sebagai dzat yang disembah.
Kenapa?
Karena mereka makhluk, makhluk yang diciptakan dan tidak menciptakan.
Mereka tidak bisa memberikan manfaat atau menolak mudharat dari para penyembahnya.
Mereka tidak menguasai kehidupan, tidak menguasai kematian, tidak memiliki apapun di langit maupun di bumi.
Sehingga Allāh jelaskan dengan gamblang dalam satu ayat, di antaranya:
وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةًۭ لَّا يَخْلُقُونَ شَيْـًۭٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّۭا وَلَا نَفْعًۭا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًۭا وَلَا حَيَوٰةًۭ وَلَا نُشُورًۭا
_”Mereka menjadikan selain Allāh sesembahan-sesembahan, yang sesembahan yang mereka sembah itu tidak menciptakan sesuatu pun bahkan mereka diciptakan. Mereka tidak menguasai diri mereka, mereka tidak bisa menolak mudharat dan mendatangkan manfaat, tidak bisa menguasai kematian dan kehidupan dan tidak bisa membangkitkan.”_
(QS. Al-Furqān: 3)
⇒ Mereka tidak mempunyai kekuasaan apapun.
Bahkan Allāh membatalkan dengan sangat jelas tentang apa yang mereka sembah.
Yang mereka sembah, kata Allāh:
لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ
_”Mereka tidak mempunyai apapun (kekuasaan) walau seberat dzarrah di langit maupun di bumi.”_
(QS. Saba’: 22)
Bagaimana yang tidak mempunyai apa-apa, disembah?
وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍۢ
_”Dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam kepemilikan (penciptaan) langit dan bumi.”_
(QS. Saba’: 22)
Kepemilikan mutlak tidak punya, saham pun tidak punya.
وَمَا لَهُۥ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍۢ
_”Dan tidak mempunyai jasa apapun kepada Allāh Ta’āla”_
(QS. Saba’: 22)
وَلَا تَنفَعُ ٱلشَّفَـٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُۥ
_”Mereka juga tidak bisa memberikan syafa’at di sisi Allāh, jika tidak mendapatkan izin dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”_
(QS. Saba’: 23)

