Halaqah 07 : Iman Terhadap Uluhiyyah Allāh
Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA Hafidzahullah
Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
* Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis
*IMAN TERHADAP ULUHIYYAH ALLĀH*
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد الله وصلاة وسلام على رسول الله وعلى آله واصحابه و من والاه، و لا حول ولا قوة إلا بالله اما بعد
Alhamdulillāh, sahabat BiAS, kaum muslimin rahīmani wa rahīmakumullāh.
Kita in syā Allāh kembali melanjutkan pembahasan dari Risalah Syarah Ushul Iman Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullāhu ta’āla.
Kita masuk pada pembahasan tentang:
︎ Iman Terhadap Uluhiyyah Allāh
Yang dimaksud dengan mengimani Uluhiyyah Allāh adalah keyakinan bahwasanya hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla semata اله yang hak. Selain Allāh adalah اله yang bathil.
Ini terkandung pada kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ bahwa tidak ada sesembahan yang haq (yang sebenarnya) kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Maka kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ dimaknai oleh para ulama dengan ungkapan:
لا معبود بالحق الا الله
_”Tidak ada sesembahan yang hak kecuali hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla semata.”_
Kalimat ini menegaskan:
⑴ Hanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla sesembahan yang sebenarnya, kemudian seandainya ada sesembahan selain Allāh yang disembah. Maka itu semua adalah sesembahan yang bathil.
Itu semua sesembahan yang bathil, sehingga hanya Allāh sesembahan yang haq. Maka tauhīd Uluhiyyah itu adalah wujud dari kalimat لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ (tidaklah sesembahan yang haq kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla).
Ini sebagaimana ada di dalam beberapa ayat di antaranya adalah:
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
_”Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allāh. Demikian pula malaikat, para ulama yang adil, mereka mempersaksikan لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ (tidak ada sesembahan kecuali Allāh). Allāh Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”_
(QS. Āli-Imrān: 18)
Semua yang dijadikan selain Allāh sebagai sesembahan itu semua adalah sesembahan yang bathil.
Sehingga Allāh menegaskan:
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلْبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْكَبِيرُ
_”Yang demikian itu karena sesungguhnya Allāh adalah sesembahan yang haq dan sesungguhnya apa yang mereka sembah selain Allāh adalah sesembahan yang bathil. Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”_
(QS. Al-Hajj: 62)
Di sini Allāh menamai dirinya أله هُوَ ٱلْحَقُّ (sesembahan yang haq) dan Allāh menamai semua yang disembah selain Allāh الالهة الباطلة (sesembahan yang bathil).
Pertanyaannya adalah kenapa Allāh Subhānahu wa Ta’āla sesembahan yang haq?
Secara ringkas jawabannya:
Karena Allāh sang pemilik Rububiyyah dan Allāh sang pemilik kesempurnaan sifat. Tidak ada yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, memiliki seluruh alam semesta dan mengendalikannya kecuali hanya Allāh Ta’āla.
⑵ Hanya Allāh yang memiliki kesempurnaan sifat. Hanya Allāh yang memiliki sifat-sifat yang sempurna secara total secara mutlak. Adapun selain Allāh semuanya penuh dengan sifat kekurangan.
Oleh karena itu Allāh Subhānahu wa Ta’āla menegaskan dirinya, bahwa Allāh adalah sesembahan yang haq dan selain Allāh adalah sesembahan yang bathil.
Ketika Allāh menegaskan tentang apa yang mereka sembah selain Allāh.
إِنۡ هِيَ إِلَّآ أَسۡمَآءٞ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ
Di antara perkataan nabiyullāh Yusuf, _”Tidak lain apa yang kalian sembah selain Allāh hanya nama-nama yang kalian dan bapak kalian namai sendiri sebagai sesembahan, yang sama sekali Allāh tidak turunkan dalīlnya tentang mereka sebagai sesembahan.”_
(QS. An-Najm: 23)
⇒ Artinya semua yang mereka sembah itu hanya mereka reka-reka sendiri dan itu semua adalah kebathilan.
